KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun - Kota Madiun menjadi magnet wisata baru bagi wisatawan luar daerah.
Angka kunjungan wisata yang dihimpun Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Madiun jadi buktinya.
Disbudparpora setempat mencatat jumlah kunjungan wisatawan selama Januari-September tahun ini meningkat dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Seperti diberitakan ANTARA, Kepala Disbudparpora Kota Madiun Agus Purwowidagdo menyebut bahwa jumlah wisatawan Januari-September tahun ini mencapai 587.946 orang.
Tak hanya wisatawan dalam negeri, Kota Madiun juga disambangi wisatawan mancanegara. Tahun ini, jumlah wisatawan dari luar negeri mencapai 400 orang.
Angka tersebut naik signifikan dibanding dua tahun sebelumnya. Yakni, sebanyak 543.207 wisatawan domestik sepanjang 2022 dan 350.554 orang sepanjang 2021.
"Ini merupakan jumlah kunjungan di 34 objek wisata buatan di Kota Madiun. Mulai Lapak UMKM di tiap kelurahan, Ngrowo Bening Edupark sampai Pahlawan Street Center atau PSC," kata Agus.
"Terbanyak memang kunjungan di kawasan PSC," sambungnya.
Menurut Agus, jumlah kunjungan di lapangan diperkirakan lebih besar. Sebab, penghitungan hanya dilakukan dengan metode komparasi dari beberapa objek data.
Antara lain, checklist yang dilakukan petugas, data parkir kendaraan, serta kedatangan di stasiun maupun terminal.
Di samping itu, data peningkatan wisatawan juga diperkuat dengan tingkat okupansi hotel di Kota Madiun.
Dari 34 hotel yang ada, tingkat okupansi hotel selama Januari sampai September tahun ini sudah mencapai 244.025 orang.
"Karena objek wisata kita tidak bertiket, jadi untuk penghitungannya kita menggunakan pendekatan komparasi," ungkapnya.
"Kita komparasikan dari metode check list yang dilakukan petugas, termasuk kunjungan di mal juga. Kemudian ada data dari parkir hingga kedatangan di stasiun dan terminal," imbuh Agus.
Dari mana saja wisatawan domestik? Agus mengatakan, wisatawan terbanyak berasal dari beberapa daerah di Jawa Timur, hingga kota besar lainnya di Jawa Tengah maupun Jawa Barat.
Peningkatan kunjungan wisatawan di Kota Madiun tak lepas dari masifnya pembangunan Pemkot Madiun untuk menciptakan tempat wisata buatan.
Sebab, Kota Pendekar tak punya objek wisata alam.
Adapun beberapa objek wisata buatan itu antara lain lapak UMKM kelurahan, PSC, Pahlawan Religi Center (PRC), Pahlawan Business Center (PBC), Bogowonto Culinary Center (BCC).
"Kalau pembangunan tidak semasif ini, mungkin Kota Madiun tak seramai ini," ujar Agus, sembari mengatakan bahwa dia optimistis kunjungan wisata naik pada libur Nataru. (antara/naz)
Editor : Mizan Ahsani