KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Pemkot Madiun memberangkatkan 30 imam dan marbut masjid se-Kota Madiun menunaikan ibadah umrah ke tanah suci.
Wali Kota Maidi berharap, keberangkatan marbut masjid dan para imam ini akan menjadi pengalaman yang tak terlupakan bagi mereka.
Secara simbolis Maidi melakukan pelepasan di Masjid Baitul Hakim, Sabtu (9/12) pagi.
‘’Tugas imam dan marbut ini sangat mulia. Mereka begitu penting agar jemaah maupun masyarakat bisa mendapat hidayah,’’ kata Maidi.
Dia kemudian berpesan kepada calon jamaah umrah agar menjaga kesehatan sehingga bisa fokus dalam beribadah.
‘’Saya ingin mereka konsentrasi ibadahnya bisa dilakukan maksimal. Ketika di sana, fokus pada ibadah. Jaga kesehatan,’’ tuturnya.
Program ini merupakan wujud apresiasi terhadap para imam dan marbut yang telah mengabdi bagi masyarakat dan agama.
Selain itu, sekaligus untuk memotivasi masyarakat agar rajin beribadah di masjid maupun musala.
Pada tahun ini, pemkot menganggarkan dana sekitar Rp 900 juta untuk program umrah gratis bagi marbut dan imam masjid. Karena dianggap baik, program ini ke depannya bakal dilanjutkan.
‘’Mereka termasuk taat. Karena menjaga dan membersihkan masjid serta ada juga yang menjadi imam. Mereka kami berangkatkan umrah sebagai bentuk apresiasi,’’ ujar Maidi.
Lebih lanjut, Maidi berharap sekembalinya ke Kota Madiun setelah umrah nanti imam serta ketakwaan mereka makin bertambah.
Sehingga, bisa mengabdi dan melayani masyarakat lebih baik lagi ke depannya.
‘’Pekerjaan mereka termasuk mulia. Apa yang mereka lakukan merupakan bagian dari ibadah,’’ pungkasnya. (ggi/her/*)
Editor : Mizan Ahsani