Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Evaluasi 155 Proyek Pembangunan di Kota Madiun, Wali Kota Maidi Bilang Begini

Mizan Ahsani • Kamis, 11 Januari 2024 | 14:00 WIB
REPLIKA: Pembangunan patung Liberty di Sumber Wangi menjadi bagian pekerjaan konstruksi  yang dievaluasi wali kota Maidi. (BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN) 
REPLIKA: Pembangunan patung Liberty di Sumber Wangi menjadi bagian pekerjaan konstruksi  yang dievaluasi wali kota Maidi. (BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN) 

KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Ratusan proyek pembangunan infrastruktur yang dihelat pemkot tahun lalu menjadi bahan evaluasi wali kota Maidi.

Kendati mengaku puas sekaligus mengapresiasi hasil pekerjaan fisik tahun lalu, tapi mantan Sekda Kota Madiun itu memberi pesan penting kepada para calon rekanan.

Terutama rekanan lokal yang bakal mengikuti lelang barang dan jasa untuk berbagai proyek pemerintah tahun ini. Mereka diharuskan untuk menjaga kualitas.

‘’Hasilnya cukup bagus. Kota kita yang seperti ini tidak lepas dari peran para kontraktor. Saya sampaikan terima kasih sudah memberikan yang terbaik untuk Kota Madiun,’’ ujar Maidi saat memimpin rapat evaluasi pekerjaan konstruksi di Hotel Aston Madiun, Rabu (10/1).

Tahun lalu ada sebanyak 155 proyek fisik yang direalisasikan pemkot. Perinciannya, 67 proyek lelang dan 88 proyek penunjukan langsung.

Maidi memastikan seluruh pekerjaan fisik tersebut berjalan sesuai kontrak dan tidak ada yang bermasalah.

‘’Temuan BPK (badan pemeriksa keuangan) semakin kecil. Artinya, kualitas pembangunan semakin baik,’’ katanya.

Maidi mengingatkan kepada rekanan untuk tidak main-main. Bahkan, dia mengancam tidak akan membayar pekerjaan mereka jika hasilnya tidak sesuai spesifikasi.

Selain itu, dia menuntut konsultan perencana dan pengawas untuk menjalankan tugas pokok dan fungsinya secara cermat.

‘’Semua proyek pasti saya cek. Karena saya ingin fisik (insfrastruktur) di kota ini bagus semua hasilnya,’’ terangnya.

‘’Apalagi setiap pembangunan memiliki manfaat bagi masyarakat. Jadi, harus sesuai rencana dan aturan,’’ imbuh Maidi.

Dalam kesempatan tersebut, Maidi sempat menekankan tentang mekanisme lelang yang sehat di bagian pengadaan barang/jasa dan administrasi pembangunan.

Salah satunya, harga perkiraan sendiri (HPS) mesti disesuaikan secara matang serta akurat.

Sebab, HPS dan harga penawaran rekanan mempengaruhi hasil pekerjaan konstruksi. ‘’Ada anggaran berapa, itu yang dioptimalkan,’’ jelasnya.

Lebih lanjut, Maidi berharap pihak rekanan yang mendapatkan garapan ikut membantu warga Kota Madiun sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan.

Misalnya, dengan memberikan CSR (corporate social responsibility) kepada pelaku UMKM.

‘’Di kawasan sentra kuliner Jalan Rimba Darma misalnya. Bisa membantu PKL (pedagang kaki lima) di sana. Bisa sekadar memberikan bantuan tenda agar seragam atau lainnya,’’ tandasnya. (ggi/her)

Editor : Mizan Ahsani
#Maidi #proyek #evaluasi #pembangunan #infrastruktur #madiun