KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun - Calon jemaah haji (CJH) harus mampu dalam berbagai hal. Termasuk di aspek kesehatan dan finansial.
Dua hal tersebut jadi unsur penting menjelang pemberangkatan haji tahun ini.
''Saat ini sebenarnya sudah masuk tahap pelunasan bipih (biaya perjalanan ibadah haji),'' Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah Kantor Kemenag Kota Madiun Khoirul Kamami kemarin (15/1).
Belum ada kepastian jumlah CJH yang harus membayar. Menurut Kamami, hal itu tergantung hasil tes kesehatan terhadap sekitar 160 jemaah.
Yang mana, rata-rata jemaah berusia di atas 50 tahun.
''Jemaah yang melunasi nanti adalah mereka yang sehat. Yang menentukan berangkat atau tidak bukan pelunasan tapi kesehatan," ujarnya.
Kamami menyampaikan, jadwal pembayaran bipih dimulai 10 Januari - 12 Februari 2024. Biaya global haji tahun ini mencapai Rp 61 juta.
Nominal itu sudah terpotong subsidi 40 persen dari pemerintah. ''Sudah ada setoran awal Rp 25 juta, jadi jemaah nanti perlu menambah sekitar Rp 36 juta,'' pungkasnya. (mg1/den)
Editor : Mizan Ahsani