Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

KPU Kota Madiun Gelar Simulasi Coblosan, Bawaslu Soroti Tugas KPPS

Mizan Ahsani • Kamis, 1 Februari 2024 | 21:00 WIB
UJI COBA: Para pemilih disabilitas diikutkan dalam proses simulasi pemungutan suara yang digelar KPU Kota Madiun di Kelurahan Rejomulyo, Rabu (31/1). (ERLITA HERMININGSIH/RADAR MADIUN)
UJI COBA: Para pemilih disabilitas diikutkan dalam proses simulasi pemungutan suara yang digelar KPU Kota Madiun di Kelurahan Rejomulyo, Rabu (31/1). (ERLITA HERMININGSIH/RADAR MADIUN)

KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Kesiapan sejumlah elemen coblosan di Kota Madiun dites.

Mulai pemungutan suara sampai rekapitulasi disimulasikan di Gedung Balai RW 10, Perum Rejomulyo, Jalan Giri Mulyo, Kelurahan Rejomulyo, Kartoharjo, Kota Madiun, Rabu (31/1).

Sejumlah hal jadi catatan dalam giat yang dimotori Komisi Pemilihan Umum (KPU) Madiun tersebut.

Ketua Bawaslu Kota Madiun Wahyu Sesar Tri Sulistyo Nugroho menyorot tugas kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS).

Buntut kesulitan yang dialami pengawas dalam memonitor penggunaan surat suara.

‘’Dalam simulasi tidak ada penyampaian pemberitaan salinan DPT (daftar pemilih tetap) dan DPTb (daftar pemilih tambahan),’’ ungkap Wahyu.

Wahyu menekankan, seluruh saksi dan pemilih agar mencermati tugas-tugas KPPS. Yang mana, ada tujuh petugas di tiap tempat pemungutan suara (TPS).

Terutama KPPS nomor empat. Sebab, tanggung jawabnya berkaitan dengan surat suara yang diterima pemilih.

‘’Ada DPTb, itu belum tentu mendapatkan lima surat suara,’’ ujarnya.

Komisioner Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu KPU Kota Madiun Herdi Wijanarko mengatakan, seluruh KPPS siap menjalankan tugas.

Mereka bakal disebar ke 584 TPS yang ada di kota ini.

‘’Semua KPPS siap, baik untuk TPS reguler maupun yang lokasi khusus,’’ ujar Herdi.

Simulasi bertujuan melihat kesiapan penyelenggara, pengawas, dan peserta, pemilu. Pun, mengecek tingkat partisipasi masyarakat.

Kegiatan tersebut mengunakan logistik salinan. ‘’Jadi, belum memakai yang real,’’ ujar Herdi.

Dalam simulasi yang dimulai pukul 07.00 WIB sampai 13.00 itu, durasi coblosan menjadi salah satu poin perhatian.

Pihak KPU memperhatikan perbedaan waktu yang diperlukan antara pemilih normal dengan dengan disabilitas.

Agar, pada hari H kelak bisa memberikan ruang prioritas bagi pemilih lansia, disabilitas, dan ibu hamil. ‘’Lima menit, waktu untuk pemilih normal,’’ pungkas Herdi. (mg1/den)

Editor : Mizan Ahsani
#kpps #pemungutan suara #bawaslu #coblosan #madiun #pemilu