Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Warga Madiun Sambut Imlek dengan Bersihkan Rupang di TITD Hwie Ing Kiong, Antarkan Dewa ke Puncak Nirwana

Erlita H • Senin, 5 Februari 2024 | 19:00 WIB
SUCI: Sejumlah warga Tionghoa di Kota Madiun membersihkan rupang (dewa) dan altar yang ada di TITD Hwie Ing Kiong sepekan menjelang Tahun Baru Imlek 2575, Minggu (4/2). (DISKOMINFO KOTA MADIUN)
SUCI: Sejumlah warga Tionghoa di Kota Madiun membersihkan rupang (dewa) dan altar yang ada di TITD Hwie Ing Kiong sepekan menjelang Tahun Baru Imlek 2575, Minggu (4/2). (DISKOMINFO KOTA MADIUN)

KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Persiapan mulai dilakukan warga Tionghoa di Kota Madiun untuk menyambut perayaan Tahun Baru Imlek.

Kesan sakral terlihat saat momen pembersihan altar dan rupang (patung) dewa-dewa di TITD Hwie Ing Kiong, Minggu (4/2).

Tradisi menyambut Imlek ini diawali dengan para umat di Madiun melakukan puja penurunan rupang.

Setelah itu, lebih dari seratusan rupang diturunkan dari 22 altar.

Saat menurunkan patung dewa, posisi tempat harus sejajar dengan tempat berdiri manusia. Setiap prosesi, doa terus mengalir.

Herman Tanaka yang ikut ambil bagian dalam prosesi itu dengan sangat hati-hati, dia mengelap patung dewi Mazu Tian Shang Mu atau yang lebih dikenal dengan Mak Co.

Patung tersebut menjadi dewi tuan rumah di TITD Hwie Ing Kiong.

"Kami sebelumnya berdoa dulu, meminta izin melakukan pembersihan dengan keadaan bersih seperti tidak berbuat berdosa," kata Herman yang merupakan sesepuh TTID Hwie Ing Kiong.

"Kami kemudian juga memakan sayur-sayuran dengan tidak mengonsumsi daging dan menghindari membunuh hewan,’’ sambungnya.

Dia menambahkan, dalam pembersihan rupang juga tidak dapat dilakukan sembarangan.

Misalnya, alat bersih-bersih yang dipakai berupa air bunga, sikat, kuas, kain lap, handuk dan minyak wangi. Semuanya harus bersih dan baru.

"Semua baru nggak boleh yang bekas. Orang yang membersihkan itu sendiri juga harus dalam keadaan bersih," jelasnya.

Menurutnya, pembersihan rupang dilakukan sepekan sebelum Imlek.

Sebab, momen itu diyakini bertepatan dengan penghantaran para dewa kembali ke puncak nirwana.

"Semoga setelah tahun kelinci dan berganti dengan naga kayu nanti, kita semua bisa kembali hidup normal yang lebih baik lagi ke depannya," harap Herman. (mg1/her)

Editor : Mizan Ahsani
#imlek #titd #tradisi #rupang #Hwie Ing Kiong #madiun