KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun - Serangkaian persiapan pemberangkatan haji 2024 alias 1445 Hijriah dilaksanakan. Termasuk pelunasan biaya perjalanan ibadah haji (bipih).
Di Kota Madiun, tak sedikit calon jemaah haji (CJH) cadangan yang enggan mengejar pemberangkatan tahun ini. ‘’CJH cadangan sebanyak 45 orang,’’ kata Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kantor Kemenag Kota Madiun Khoirul Kamami, Selasa (27/2/2024).
Kamami menyampaikan bahwa kepastian keberangkatan CJH cadangan tidak bisa dipastikan. Dia menyampaikan, jemaah kategori tersebut relatif sulit melakukan pelunasan bipih karena sejumlah faktor.
‘’Pelunasan bisa dilakukan setelah istithaah dengan membayar Rp 750 ribu untuk tes kesehatan, tidak maunya di situ (bayar tes kesehatan, Red),’’ bebernya.
Kamami menyampaikan, terdapat 160 kuota awal haji untuk Kota Madiun tahun ini. Sementara, lanjut dia, sebanyak 197 CJH tercatat sudah melunasi bipih. Jumlah tersebut akan berubah.
Itu merujuk berbagai hal yang mungkin terjadi selama persiapan. ''Ada yang tidak bisa berangkat, pindah ke luar daerah, atau tambahan dari daerah lain,'' ungkapnya.
Catatan kemenag, saat ini terdapat satu CJH batal berangkat ke Tanah Suci. Yakni, seorang warga Kelurahan Manisrejo, Taman. Yang bersangkutan dinyatakan tak istithaah saat tes kesehatan.
‘’Karena struk dan ke mana-mana perlu pendampingan, mutlak tidak berangkat,’’ ujar Kamami. ‘’CJH pindah ke daerah lain ada dua, yang masuk ada tujuh orang,’’ imbuhnya. (mg1/den)
TENTANG CJH 2024 KOTA MADIUN
- 160 kuota awal
- 1 dipastikan tak berangkat.
- 2 pindah ke daerah lain
- 7 masuk dari luar daerah
- 45 cadangan
- 197 sudah melunasi bipih
Editor : Hengky Ristanto