KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Pemerintah menambah kekuatan untuk mengamankan operasi pengamanan Lebaran tahun ini.
Bertajuk Operasi Ketupat Semeru (OKS) 2024, total ada 346 personel Polri dan TNI yang diterjunkan. Jumlah itu naik 55 personel jika dibandingkan dengan operasi yang sama tahun lalu.
Fokus OKS 2024 adalah pengamanan lalu lintas mudik dan balik, penurunan angka kecelakaan, dan antisipasi kejahatan.
Rabu (3/4), Polri dan TNI menggelar apel di Mapolres Madiun Kota untuk menunjukkan kesiapan. Operasi ini digelar 13 hari sejak 4–16 April.
Operasi dimulai Kamis (4/4) karena arus mudik diprediksi juga sudah bergerak hari ini. Sejumlah fokus pengamanan sudah dipetakan.
Untuk kemacetan, jalur perlintasan kereta api (KA) dan kawasan perkotaan mendapatkan perhatian lebih.
Di setiap titik yang berpotensi terjadi mobilitas tinggi pemudik petugas mendirikan posko.
Kapolres Madiun Kota AKBP Agus Dwi Suryanto mengatakan, pihaknya telah mendirikan enam pos guna mendukung pelaksanaan OKS.
Perinciannya, satu pos pelayanan, satu pos terpadu dan empat pos pengamanan di wilayah hukum Polres Madiun Kota.
Selain untuk penjagaan, pos-pos tersebut juga difungsikan untuk menampung informasi hingga tempat istirahat pemudik.
‘’Kami imbau pemudik untuk tetap berhati-hati dalam berkendara. Memastikan kendaraan dalam kondisi baik dan mematuhi peraturan lalu-lintas (lalin) yang berlaku,’’ tuturnya.
Agus menambahkan, kepolisian tidak hanya memberikan atensi terkait arus lalin. Tapi, juga bentuk pelanggaran hukum yang mengganggu kamtibmas.
Dia meminta masyarakat untuk proaktif melaporkan kegiatan masyarakat yang berpotensi mengganggu kondusivitas wilayah.
‘’Kami juga mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk bisa menjadi polisi bagi dirinya sendiri, keluarga, dan lingkungan,’’ terangnya.
Sementara itu, menjelang Lebaran kemarin, Polres Madiun Kota memusnahkan barang bukti kasus minuman keras (miras), knalpot brong dan penyalahgunaan narkoba.
Total yang dimusnahkan mencapai ratusan botol miras serta belasan ribu butir pil dobel L.
Barang-barang haram itu merupakan hasil penyitaan selama operasi keselamatan dan penyakit masyarakat (pekat) sejak 2–30 Maret.
‘’Kami telah melaksanakan operasi untuk menjaga situasi selama bulan puasa hingga menjelang Lebaran tetap kondusif. Balap liar dan knalpot brong juga kami tertibkan,’’ ungkap kapolres.
Terpisah, Wali Kota Madiun Maidi mengungkapkan, keamanan dan keselamatan itu mahal harganya. Karena itu, dia meminta warga untuk selalu berhati-hati ketika mudik.
Maidi juga mengapresiasi upaya pihak kepolisian dalam menjaga kamtibmas selama Ramadan.
‘’Jangan sampai Kota Madiun tidak aman. Alhamdulillah kegiatan-kegiatan menimbulkan keresahan masyarakat mampu diantisipasi,’’ pungkasnya. (ggi/her)
Editor : Mizan Ahsani