Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Siswa SD-SMP di Kota Madiun Dibiasakan Kuasai Empat Bahasa

Erlita H • Minggu, 28 April 2024 | 00:30 WIB
MAJU MENDUNIA: Wali kota Maidi saat memberikan arahan tentang penyusunan program kurikulum merdeka untuk jenjang SD-SMP di kantor Dindik Kota Madiun kemarin (26/4). (BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN)
MAJU MENDUNIA: Wali kota Maidi saat memberikan arahan tentang penyusunan program kurikulum merdeka untuk jenjang SD-SMP di kantor Dindik Kota Madiun kemarin (26/4). (BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN)

KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Kampanye program Kota Madiun cerdas mendunia terus digemborkan dinas pendidikan (dindik) setempat.

Salah satunya, dengan menggelar workshop penyusunan kurikulum merdeka untuk jenjang SD-SMP, Jumat (26/4).

Kadindik Kota Madiun Lismawati mengaku, pedoman penyusunan kurikulum merdeka untuk SD-SMP memang sudah ditentukan Kemendikbudristek.

Namun, kurikulum itu coba dikembangkan sesuai dengan kondisi perkembangan pendidikan di Kota Madiun.

‘’Kota Madiun kan sudah menjadi smart city. Sehingga, (penyusunan kurikulum) pendidikan juga harus smart,’’ katanya.

Photo
Photo

Karena itu, menurutnya, bisa saja basis pembelajaran di sekolah bakal menuju digitalisasi total.

Termasuk memanfaatkan platform TikTok.

‘’Kota Madiun juga diundang (mengikuti) pameran di Korea Selatan pada 29 Mei sampai 3 Juni mendatang,’’ ungkap Lismawati.

Selain mengedepankan pendidikan berbasis digital, lanjut Lismawati, pembelajaran ke depannya berorientasi membiasakan siswa dan guru untuk bisa menguasai empat bahasa.

Meliputi bahasa Indonesia, Jawa, Inggris, dan Arab.

Menurutnya, pembiasaan penggunaan bahasa asing itu dapat diterapkan masing-masing sehari. Misalnya, penggunaan bahasa Indonesia pada Senin–Selasa.

Photo
Photo

Lalu, bahasa Inggris pada setiap Rabu. Kemudian, bahasa Jawa pada Kamis. Sedangkan, Jumat dibiasakan menggunakan bahasa Arab.

‘’Nah, yang Jumat itu termasuk (program) Jumat religi. Ini sudah berlangsung empat tahun terakhir. Pada hari itu anak-anak diajarkan mengaji dan memahami tentang literasi agama,’’ terangnya.

Di samping itu, pihaknya konsen melakukan pengembangan SDM yang mengarah pada kearifan lokal dalam penerapan kurikulum merdeka SD-SMP. Seperti menggelar senam IPSI setiap Rabu.

‘’Guru dan siswa melakukan senam IPSI bersama dengan memakai pakaian penadon,’’ ungkap Lismawati. (mg1/her)

Editor : Hengky Ristanto
#kota madiun #dinas pendidikan #Kurikulum Merdeka #SD-SMP