KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Kampanye program Kota Madiun cerdas mendunia terus digemborkan dinas pendidikan (dindik) setempat.
Salah satunya, dengan menggelar workshop penyusunan kurikulum merdeka untuk jenjang SD-SMP, Jumat (26/4).
Kadindik Kota Madiun Lismawati mengaku, pedoman penyusunan kurikulum merdeka untuk SD-SMP memang sudah ditentukan Kemendikbudristek.
Namun, kurikulum itu coba dikembangkan sesuai dengan kondisi perkembangan pendidikan di Kota Madiun.
‘’Kota Madiun kan sudah menjadi smart city. Sehingga, (penyusunan kurikulum) pendidikan juga harus smart,’’ katanya.
Karena itu, menurutnya, bisa saja basis pembelajaran di sekolah bakal menuju digitalisasi total.
Termasuk memanfaatkan platform TikTok.
‘’Kota Madiun juga diundang (mengikuti) pameran di Korea Selatan pada 29 Mei sampai 3 Juni mendatang,’’ ungkap Lismawati.
Selain mengedepankan pendidikan berbasis digital, lanjut Lismawati, pembelajaran ke depannya berorientasi membiasakan siswa dan guru untuk bisa menguasai empat bahasa.
Meliputi bahasa Indonesia, Jawa, Inggris, dan Arab.
Menurutnya, pembiasaan penggunaan bahasa asing itu dapat diterapkan masing-masing sehari. Misalnya, penggunaan bahasa Indonesia pada Senin–Selasa.
Lalu, bahasa Inggris pada setiap Rabu. Kemudian, bahasa Jawa pada Kamis. Sedangkan, Jumat dibiasakan menggunakan bahasa Arab.
‘’Nah, yang Jumat itu termasuk (program) Jumat religi. Ini sudah berlangsung empat tahun terakhir. Pada hari itu anak-anak diajarkan mengaji dan memahami tentang literasi agama,’’ terangnya.
Di samping itu, pihaknya konsen melakukan pengembangan SDM yang mengarah pada kearifan lokal dalam penerapan kurikulum merdeka SD-SMP. Seperti menggelar senam IPSI setiap Rabu.
‘’Guru dan siswa melakukan senam IPSI bersama dengan memakai pakaian penadon,’’ ungkap Lismawati. (mg1/her)
Editor : Hengky Ristanto