Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Tren Inflasi di Kota Madiun Mengalami Penurunan, Turunnya Harga Beras Jadi Pemicu

Erlita H • Sabtu, 4 Mei 2024 | 22:30 WIB

 

BUMBU DAPUR: Komoditas bawang merah menjadi penyumbang inflasi di Kota Madiun. Sebaliknya, beras mampu meredam melonjaknya inflasi. (BAGAS BIMANTARA/JAWA POS RADAR MADIUN)
BUMBU DAPUR: Komoditas bawang merah menjadi penyumbang inflasi di Kota Madiun. Sebaliknya, beras mampu meredam melonjaknya inflasi. (BAGAS BIMANTARA/JAWA POS RADAR MADIUN)
 

KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Perkembangan inflasi Kota Madiun menunjukkan penurunan. Badan Pusat Statistik (BPS) setempat mencatat pada April 2024, angka inflasi sebesar 0,09 persen month-to-month (MtM), sedangkan secara year-on-year (YoY) mencapai 2,97 persen. Kemudian, indeks harga konsumen (IHK) tercatat 1,52 persen.

Kepala BPS Kota Madiun Abdul Aziz mengatakan, apabila dibandingkan dengan Maret lalu angka inflasi menunjukkan penurunan 0,57 persen. Bahkan, inflasi Kota Madiun termasuk yang terendah ketiga setelah Kota  Kediri (0,06 persen) dan Malang (0,08 persen).

‘’Cuma kalau menurut tahun kalender inflasi Januari–April, Kota Madiun masih lebih tinggi dibandingkan Jatim dan nasional. Karena Kota Madiun 1,5 persen. Sedangkan, Jatim 1,39 persen dan nasional hanya 1,19 persen,’’ terangnya, Sabtu (4/5/2024).

Adapun komoditas penyumbang inflasi secara month-to-month, antara lain, bawang merah sebesar 47 persen dan kelompok transportasi 1,47 persen. ‘’Pada bulan lalu, harga bawang merah ini mengalami kenaikan karena stoknya terbatas di pasar. Kemudian, kelompok transportasi ini memberikan andil inflasi atas kenaikan sewa rental kendaraan dan harga tarif angkutan umum,’’ beber Aziz.

Di sisi lain, kenaikan harga emas sejak akhir Maret–April lalu juga menyumbang inflasi. Karena harganya tembus USD 2.336 per troy atau naik sekitar 8,24 persen. ‘’Kenaikan harga emas yang cukup signifikan ini ikut mempengaruhi kelompok pengeluaran perawatan pribadi dan jasa lainnya,’’ ungkapnya.

Sementara itu, komoditas penyumbang deflasi adalah beras (-7,32 persen) yang harganya terus melandai. Begitu juga dengan telur ayam ras (-11,86 persen) serta cabai rawit (-18,35 persen). ‘’Kenapa beras? Soalnya, pada bulan lalu itu sudah masuk masa panen sekaligus upaya pemerintah yang jor-joran menggelar operasi pasar untuk beras SPHP,’’ jelas Aziz. (mg1/her)

Editor : Hengky Ristanto
#Inflasi #kota madiun #beras #BPS #bawang merah