Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Halalbihalal 1.850 Guru se-Bakorwil Madiun, Khofifah: Pendidik Berperan Bangun Akhlakul Karimah

Dwi NR Diliana • Senin, 6 Mei 2024 | 17:36 WIB
CERIA: Khofifah Indar Parawansa mengajak selfie para guru di tengah kegiatan Halalbihalal Cabdindik se-Bakorwil 1 Madiun. (ISTIMEWA)
CERIA: Khofifah Indar Parawansa mengajak selfie para guru di tengah kegiatan Halalbihalal Cabdindik se-Bakorwil 1 Madiun. (ISTIMEWA)

KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun - Gubernur Jawa Timur (Jatim) periode 2019-2024 Khofifah Indar Parawansa menyatu bersama 1.600 guru dan tenaga pendidikan.

Tepatnya saat menghadiri Halalbihalal Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) se-Bakorwil 1 Madiun, di Gedung Politeknik Perkeretaapian Indonesia (PPI) Madiun, Jumat (3/5) lalu.

Dalam kegiatan yang dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jatim Aries Agung Paewai dan Pj Wali Kota Madiun Eddy Supriyanto, serta Kepala Bakorwil 1 Madiun Heru Wahono Santoso ini, Khofifah memberikan pesan agar para guru terus memupuk dan menyemai nilai-nilai akhlakul karimah pada para putra-putri didiknya.

Ditegaskan Khofifah yang juga Ketua Umum PP Muslimat NU jika membangun bangsa tidak sekadar mengandalkan academic achievement yang brilliant saja, melainkan juga membutuhkan generasi yang memiliki akhlakul karimah.

Hal itu harus dipupuk dan disemai sejak usia dini, remaja, hingga dewasa.

“Peran guru hari ini sangat penting dalam membangun generasi bangsa. Tidak hanya fokus pada pencapaian akademik, tapi bagaimana para siswa, anak-anak kita terbangun karakternya, memiliki komitmen dan integritas menjadi pribadi yang memiliki akhlakul karimah,” tegas Khofifah.

“Membangun bangsa, membutuhkan generasi yang fatanah (cerdas), yang shiddiq (jujur), berintegritas serta berakhlak yang baik,” imbuhnya.

Dalam menjalankan tugas sebagai seorang pendidik, guru kerap kali melibatkan hati dan perasaan saat proses transfer ilmu.

Hal ini menjadi sesuatu yang positif. Menurut Khofifah, sensitivitas guru hari ini dalam mendidik siswa sangat penting.

Terutama dalam mengasah keseimbangan antara kognitif dan juga afektif siswa.

Kognitif merupakan proses pengembangan perilaku yang menekankan pada intelektualnya, seperti pengetahuan dan keterampilan berpikir. Sedangkan afektif lebih menekankan pada aspek perasaan, seperti minat dan sikap.

OPTIMIS: Khofifah Indah Parawansa bersama Kadindik Jatim Aries Agung Paewai, Pj Wali Kota Madiun Eddy Supriyanto, dan ribuan guru berfoto bersama. (ISTIMEWA)
OPTIMIS: Khofifah Indah Parawansa bersama Kadindik Jatim Aries Agung Paewai, Pj Wali Kota Madiun Eddy Supriyanto, dan ribuan guru berfoto bersama. (ISTIMEWA)

“Jadi pesan saya, guru-guru tolong jangan hanya fokus pada capaian dan pengembangan kognitif siswa. Tapi juga afektifnya. Agar anak-anak kita tetap memiliki sense, rasa, dan sensitivitas dalam menghadapi masalah dan masa depannya kelak,” tegas perempuan yang baru saja menerima penghargaan Satyalancana Karya Bhakti Praja Nugraha dari Presiden RI Joko Widodo ini.

Ia pun menyebutkan kondisi dunia global saat ini, banyak peperangan, konflik, dan permasalahan yang menimbulkan perpecahan. Bahkan banyak tokoh-tokoh berkemampuan otak cerdas yang terlibat di dalamnya.

Hal itu menggambarkan jika orang yang berintelektual tinggi, ketika tidak memiliki kemampuan afektif yang terasah, bukan tidak mungkin merasa baik-baik saja ketika melakukan hal yang destruktif.

“Maka mengasah kemampuan afektif anak juga penting. Agar mereka memiliki empati, kejujuran, dan sensitifitas yang harus diasah juga oleh seorang guru pada siswanya,” tegasnya.

Khofifah juga menitipkan pesan pada guru-guru se-Bakorwil Madiun yang meliputi Madiun, Ponorogo, Kediri, Tulungagung dan Pacitan untuk terus mengajarkan nilai-nilai perdamaian dan persatuan pada para siswa.

“Saat ini merawat persatuan dan perdamaian sangat penting untuk dilakukan. Maka saya titip pesan agar anak-anak kita selalu aktif membangun kerukunan, menyemai perdamaian, dan menjauhkan diri dari sifat yang suka mendiskriminasi. Bahwa kita semua warga bangsa, bahwa yang membedakan jika kita Islam adalah kualitas ketaqwaan di hadapan Allah SWT,” tegas Khofifah.

Sebagaimana diketahui, selama memimpin Jatim, begitu banyak prestasi. Mulai dari Jatim menjadi daerah dengan penerimaan di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) tertinggi di Indonesia selama empat tahun berturut-turut. Baik yang jalur tanpa tes maupun dengan tes.

Tidak hanya itu, Jatim juga berhasil menjadi juara Umum Olimpiade Sains Nasional tiga tahun berturut-turut sejak 2020 sampai 2022, kemudian Jatim juga menjadi Juara Umum Lomba Kompetisi Siswa (LKS) SMK Nasional XXXI Tahun 2023.

“Terus kejar prestasi akademik itu sangat penting. Namun membangun generasi Jatim yang berakhlakul karimah juga tak kalah pentingnya,” pungkas Khofifah.

Hadir dalam forum ini, 400 orang guru dari Cabdindik wilayah Madiun, 400 guru dari Cabdindik Ponorogo, 650 guru dari Cabdindik Kediri, 300 guru dari Cabdindik Tulungagung, dan 100 guru dari Cabdindik Pacitan. (osi/bri/aan/*)

Editor : Mizan Ahsani
#jatim #guru #jawa timur #khofifah #pendidikan #gubernur