KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Tiga ketua partai dan seorang pengusaha telah men-declare siap mendampingi Maidi sebagai bakal calon wakil wali kota (bacawawali) di pilkada 2024.
Mereka adalah F Bagus Panuntun (ketua DPD PSI), Istono (ketua DPC Demokrat), Bagus Rizki Dinarwan (ketua DPD Golkar) dan Kiagus Firdaus (bos Juragan Parkir 55).
Dari keempat nama tersebut, F Bagus Panuntun dan Bagus Rizki Dinarwan pantas untuk dikedepankan sebagai bacawawali potensial pendamping Maidi.
Bahkan, dalam sebuah jajak pendapat yang beredar luas di grup WhatsApp, Bagus Rizki Dinarwan sementara mengungguli F Bagus Panuntun.
Pengamat Politik dari Masyarakat Transparansi Madiun Kokok Heru Purwoko mengatakan, survei atau jajak pendapat mengenai siapa bacawawali ideal pendamping Maidi yang beredar luas tersebut memang tidak resmi.
Meski begitu, dirinya tidak menampik Bagus Rizki Dinarwan dan F Bagus Panuntun memiliki elektabilitas tinggi sebagai pendamping Maidi di pilkada 2024.
‘’Karena memang dua Bagus ini adalah sama-sama ketua partai politik (parpol). Dan, kebetulan partai yang mereka pimpin saat ini perolehan kursi dan suaranya meningkat di DPRD. Ya, menurut saya keduanya bagus-bagus saja,’’ katanya, Rabu (8/5).
Dia menilai keduanya sama-sama layak mendampingi Maidi.
Hanya tinggal melihat seberapa besar kekuatan logistiknya masing-masing.
‘’Tetapi, saya menyakini yang memutuskan nanti disamping Pak Maidi sendiri sebagai bacawalinya juga akan berkoordinasi dengan parpol-parpol pengusung,’’ terang mantan Ketua Bawaslu Kota Madiun periode 2018–2023 itu.
Yang jelas, menurutnya, Madiun Santun (Madiun F Bagus Panuntun) maupun Madiun Bagus (Madiun Bagus Rizki Dinarwan) sama-sama mempunyai kapabilitas.
Karena itu, dia mengingatkan Maidi untuk cermat dalam menentukan siapa bakal calon pendampingnya nanti.
Terlebih, koalisi parpol yang dihimpun Maidi saat ini terlalu gemuk. Selain Golkar, Demokrat dan PSI, ada PKB, Nasdem, Gerindra, PPP, PBB, Gelora, PAN serta Hanura.
Yang mana, masing-masing parpol tersebut diyakini telah menyodorkan beberapa nama bacawawali kepada Maidi untuk dijadikan pertimbangan.
‘’Tentu nanti akan ada pembicaraan antarkoalisi parpol yang bakal mengerucut ke satu nama. Tapi, itu masih jauh ya waktunya. Karena proses pendaftaran calon masih 27 Agustus nanti. Sehingga, dimungkinkan masih ada dinamika politik yang terjadi,’’ papar Kokok.
Lebih lanjut, Kokok menilai Bagus Rizki Dinarwan pantas dikedepankan.
Apalagi, yang bersangkutan sudah mendapatkan arah dukungan politik dari PKB.
‘’Tapi, saya yakin (calon) incumbent akan berpikir matang dengan dibantu oleh tim-timnya untuk menentukan siapa bacawawalinya. Walaupun nanti juga harus ada restu atau keputusan bersama dari parpol pengusung,’’ katanya.
Dengan melihat dinamika politik yang ada sekarang, Kokok menganggap posisi bacawawali pendamping Maidi sangat seksi.
Selain persentase keterpilihannya tinggi, di sisi lain berkaitan dengan suksesi di pilkada 2029.
‘’Makanya, banyak calon-calon muncul saat ini sebagai AE 2 dengan syarat bisa digandeng dengan incumbent,’’ ungkapnya.
Karena posisi bacawawali Maidi dianggap krusial, menurut Kokok, perlunya calon petahana pandai berhitung.
Sebaliknya, jika salah pilih bisa menjadi titik lemah. Seperti potensi keluarnya sejumlah partai dari gerbong koalisi yang dihimpun Maidi.
‘’Ya, karena banyak parpol yang mengusung dan kebetulan hampir semua parpol pengusung tersebut menyodorkan kadernya, lah ini harus diperlukan kompromi tingkat tinggi,’’ jelasnya. (ggi/her)
Editor : Mizan Ahsani