Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Jaga Stok Bahan Pokok Pasca Lebaran, Pemkot Madiun Gelar Gerakan Pangan Murah

Erlita H • Jumat, 17 Mei 2024 | 04:30 WIB

TERJANGKAU: DKPP bersama dengan pihak Kelurahan Banjarejo menggelar gerakan pangan murah di halaman kantor kelurahan setempat kemarin (15/5). (BAGAS BIMANTARA/JAWA POS RADAR MADIUN)
TERJANGKAU: DKPP bersama dengan pihak Kelurahan Banjarejo menggelar gerakan pangan murah di halaman kantor kelurahan setempat kemarin (15/5). (BAGAS BIMANTARA/JAWA POS RADAR MADIUN)
 

KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Stabilitas stok bahan pangan di Kota Madiun terus dijaga pasca Lebaran. Salah satunya dengan menggelar gerakan pangan murah di Kelurahan Banjarejo kemarin (15/5).

Lurah Banjarejo Hadi Murbiyanto mengungkapkan, program ini bekerja sama dengan dinas ketahanan pangan dan pertanian (DKPP). Tujuannya untuk menjaga stok pangan warga di pasaran dapat tercukupi. ‘’Kebetulan masyarakat kumpul kegiatan instalasi kependudukan digital (IKD) sekaligus bersamaan diselenggarakan gerakan pangan murah,’’ terangnya.

Dalam gerakan pasar murah tersebut, masyarakat dapat membeli beras, gula, minyak goreng, telur, bawang merah dan bawang putih dengan harga miring. ‘’Kami berharap kegiatan semacam ini rutin digelar supaya ketahanan pangan di skala rumah tangga tetap ada,’’ harapnya.

Selain itu, Hadi mendorong DKPP untuk memberikan sosialisasi tentang inovasi produk pekarangan pangan lestari (P2L). ‘’Nanti juga ada inovasi produk yang dijual seperti sayur, kami akan gerakkan P2L di Banjarejo agar meningkatkan keragaman sayuran,’’ ujarnya.

Kabid Ketahanan Pangan DKPP Kota Madiun Sumini mengungkapkan, harga komoditas bahan pokok saat ini terpantau stabil. Hanya bawang merah yang mengalami kenaikan. Dari sebelumnya sekitar Rp 35–40 ribu setelah Lebaran, kini naik menjadi Rp 50 ribu per kilogram.

‘’Pada gerakan pangan murah ini, kami jual bawang merah dengan harga Rp 9.000 per seperempat kilogram yang dibungkus plastik,’’ ungkapnya.

Menurutnya, kenaikan harga bawang merah itu diduga karena stok terbatas sehingga menganggu proses distribusi. Tapi, pihaknya meminta kepada masyarakat untuk tidak panik. Sebab, dalam waktu dekat daerah pemasok bawang merah seperti Probolinggo dan Brebes bakal mulai panen.

‘’Terus terang, Kota Madiun bukan penghasil bawang merah. Hanya ada beberapa petani yang menanam bawang merah. Biasanya bawang merah itu didatangkan dari Brebes, Magetan dan Probolinggo,’’ terang Sumini.

Lebih lanjut, Sumini mengatakan tidak ada bahan pokok yang dijual dalam gerakan pangan murah itu disubsidi kecuali beras SPHP dari Bulog. Namun demikian, komoditas yang pihaknya jual itu di bawah harga tengkulak. ‘’Kalau untuk yang sayuran-sayuran itu diambil dari produksi P2L,’’ pungkasnya. (mg1/her)

Editor : Hengky Ristanto
#kota madiun #gerakan pangan murah #DKPP #P2L