KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Situasi Kota Madiun pada Minggu (19/5) dini hari begitu mencekam. Segerombolan orang tak dikenal (OTK) berkaus hitam-hitam dengan menggunakan sepeda motor secara membabi buta menyerang sejumlah warga.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, penyerangan oleh puluhan OTK tersebut terjadi di sejumlah lokasi setelah mereka bubaran dari acara sarasehan di salah satu kafe di Jalan Yos Sudarso kemarin.
Adapun TKP insiden penganiayaan sekaligus pengrusakan yang mereka lakukan terjadi di Jalan Yos Sudarso, Jalan Kalasan dan Jalan Puspo Warno. Perstiwa yang diperkirakan terjadi sekitar pukul 01.30 itu mengakibatkan tujuh remaja mengalami luka-luka.
Bahkan, tiga orang di antaranya mesti dirawat di RSUD Kota Madiun karena terkena senjata tajam (sajam), pemukulan hingga patah tulang lantaran diduga dilindas. Ketiga korban yang saat ini terkapar di rumah sakit tersebut meliputi AUA, 19, warga Ngegong; REJ, 15, asal Manisrejo; dan GAP, 19, dari Maospati.
Selain itu, para gerlombolan ini juga merusak warung yang berada di Jalan Kalasan, Kelurahan Patihan. Pun, dalam beraksi mereka menggunakan masker atau penutup wajah sehingga sulit dikenali oleh saksi yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Sementara itu, Penjabat (Pj) Wali Kota Madiun Eddy Supriyanto yang menerima laporan insiden tersebut langsung menjenguk ketiga korban Minggu siang. Dengan ditemani Kasatpol PP Sunardi Nurcahyono dan Sekda Soeko Dwi Handiarto, pihaknya berharap kasus penganiayaan dan pengrusakan oleh gerombolan OTK tersebut harus diusut tuntas. ‘’Ini sekarang masih didalami sama pihak kepolisian,’’ katanya.
Dirinya juga berpesan Kota Madiun yang sudah aman dan kondusif jangan dinodai dengan kegiatan-kegiatan negatif. Terutama kegiatan yang berpotensi bisa menimbulkan kegaduhan.
‘’Dari kelompok mana pun kalau bisa dikurangi pertemuan-pertemuan yang memang itu (berpotensi) mengandung mudaratnya,’’ tutur pria yang juga menjabat sebagai Kepala Bakesbangpol Jatim itu.
Eddy tak ingin mengafiliasikan gerombolan OTK yang melakukan penganiayaan dan pengrusakan Minggu dini hari tersebut dari kelompok mana. Yang jelas, kejadian itu dianggap menganggu kamtibmas menjelang Suroan-Suran Agung.
‘’Kita jaga keamanan senyaman mungkin. Karena terjadi di Kota Madiun dan sebentar lagi juga ada kegiatan Suroan-Suran Agung, maka setelah ini kami bahas forkopimda agar ada strategi pengamanan yang bagus supaya tidak terluang kejadian seperti ini,’’ terangnya.
Sementara bagi korban yang menjalani perawatan, Eddy mengupayakan agar biaya pengobatan mereka bisa di-cover oleh BPJS Kesehatan. ‘’Saya saran bagi warga Kota Madiun, ke depan kita jaga agar aman, nyaman dan kondusif. Biar (kejadian) yang sekarang diusut oleh pihak kepolisian sampai tuntas,’’ pungkasnya. (ggi/her)
Editor : Hengky Ristanto