KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun - Kantor Jawa Pos Radar Madiun kedatangan tamu spesial.
Selasa (21/5) siang, konsulat muda Konjen Jepang di Surabaya Nakagome Kota berdiskusi mengenai peluang beasiswa kuliah dan magang kerja di Negeri Matahari Terbit.
Ia dan timnya ingin menyebarluaskan informasi tersebut untuk meningkatkan jangkauan program beasiswa dari pemerintah Jepang.
"Menurut statistik, jumlah siswa sekolah yang belajar Bahasa Jepang di Jawa Timur tertinggi kedua di Indonesia, setelah Jawa Barat," ujarnya.
Ia kemudian menjelaskan, pemerintah Jepang memberikan beberapa jenis beasiswa untuk bisa belajar dan bekerja di negara mereka.
Pertama, beasiswa kuliah.
Ini tersedia untuk jenjang S1, S2, sampai S3.
"Kebanyakan yang dapat beasiswa S1 adalah siswa dari kota-kota besar. Putra-putri daerah masih sangat kurang," ujarnya.
Kedua, peluang magang kerja di Jepang.
Program ini, lanjut pria yang akrab disapa Mas Kota tersebut, diperuntukkan kepada lulusan SMK.
Sudah ada banyak lulusan SMK di Jawa Timur yang berangkat ke Jepang.
Mereka bekerja di bidang pertanian, perikanan, hingga manufaktur.
"Belakangan ini juga banyak lulusan SMK Indonesia yang bekerja di bidang industri perhubungan," jelasnya.
Jepang, lanjut Mas Kota, saat ini menghadapi tantangan aging society. Yaitu, populasi lansia yang jauh lebih banyak dibandingkan usia produktif.
Karena itu, Jepang mulai merekrut banyak tenaga kerja dari luar negeri.
Mas Kota berharap peluang ini tak disia-siakan oleh anak muda dari Madiun Raya untuk mengembangkan karir di Negeri Matahari Terbit. (naz)
Editor : Mizan Ahsani