KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Bonie Laksmana digadang-gadang menjadi calon penantang Maidi di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Madiun tahun ini.
Kasak-kusuk itu muncul setelah beberapa orang yang mengaku sebagai perwakilan Bonie mendatangi kantor DPC PDIP, Senin kemarin (27/5).
Tujuan mereka adalah untuk mengambilkan formulir pendaftaran Bonie sebagai bakal calon wali kota (bacawali).
‘’Ini inisiatif dari masyarakat yang menginginkan Kota Madiun lebih baik,’’ kata Herry Sem, salah seorang perwakilan Bonie.
Sekalipun mengaku sebagai perwakilan dari Bonie, tapi Herry Sem dkk tak mengantongi surat kuasa dari yang bersangkutan saat itu.
Dia berdalih mengambilkan formulir pencalonan untuk anak dari mantan wali kota Madiun Bambang Irianto tersebut karena inisiatif pribadinya.
‘’Kalau diperintah nggak, murni inisiatif kami,’’ ujarnya.
Selain di PDIP, Herry Sem juga berencana mengambilkan formulir pendaftaran bacawali untuk Bonie di DPC Gerindra dan DPD Perindo.
‘’Kita tahu sementara ini belum ada lawan (menyaingi Maidi, Red). Agar demokratis, sosok Bonie yang bisa,’’ katanya.
Sementara itu, Bendahara DPC PDIP Kota Madiun Usman Ependi mengatakan, nama Bonie menjadi orang kedua yang mengambil formulir pendaftaran bacawali di partainya.
Satu nama lainnya adalah Maidi.
‘’Total sudah ada empat nama yang mengambil formulir pendaftaran. Hanya satu yang sudah mengembalikan formulir (Maidi),’’ ungkapnya.
Usman menjelaskan, penjaringan bacawali-bacawawali di PDIP bakal ditutup 31 Mei mendatang.
Setelah itu, mekanisme selanjutnya ada di tangan DPP. Termasuk penentuan rekomendasi siapa yang diusung.
‘’Kami serahkan semua ke DPP. Rekomendasi siapa yang dipilih tergantung DPP,’’ jelasnya. (ggi/her)
Editor : Mizan Ahsani