KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Kran penerima peserta didik baru (PPDB) bagi sekolah negeri yang pagunya kurang kembali dibuka dinas pendidikan.
Ada dua SMP (SMPN 9 dan 14) serta 27 SD yang menjalankan PPDB tahap ketiga tersebut terhitung mulai Kamis (20/6) hingga Jumat (21/6).
Sri Wahyuningsih, salah seorang wali murid yang ditemui di SMPN 9 Kota Madiun mengungkapkan, sebelumnya Almira Indah Dwi Purwaningrum, putrinya, sempat mendaftarkan diri di SMPN 5 dan 13 pada saat dibukanya PPDB jalur zonasi.
Namun demikian, putrinya yang berasal dari SDN Sambirejo 01, Jiwan, Kabupaten Madiun itu tidak diterima di dua sekolah tersebut.
Alasannya, karena kalah bersaing dengan calon siswa yang jaraknya lebih dekat dari SMPN 5 dan 13.
‘’Malamnya sempat berusaha mendaftar lewat online. Tapi, ternyata masih error. Akhirnya, kami memutuskan mendaftarkan diri secara manual ke sini (SMPN 9, Red),’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Madiun.
Sesampainya di sekolahan, Sri mendapati sistem pendaftaran juga masih error.
Meski begitu, dirinya sudah mendapatkan kepastian kalau nama anaknya sudah masuk dalam list pendaftar calon siswa SMPN 9.
‘’Berkas atau PIN sudah diterima oleh petugas PPDB di SMPN 9, nanti kalau sewaktu-waktu servernya sudah bisa akan dihubungi kembali,’’ ujar warga Desa Metesih, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun itu.
Sri beralasan sengaja ingin menyekolahkan anaknya karena dianggap SMPN di Kota Madiun bisa menaikkan prestasi Almira.
Mengingat Almira merupakan atlet lari maraton dan pencak silat.
‘’Saya menilai sistem pemenuhan kuota PPDB ini sangat membantu siswa yang tidak diterima di jalur sebelumnya,’’ jelasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia PPDB SMPN 9 Kota Madiun Yanto menyebutkan, total pagu PPDB di sekolahnya berjumlah 186 kursi.
Namun, sampai proses PPDB ditutup pada Minggu (16/6) lalu, sekolahnya masih menyisakan 17 bangku kosong.
‘’Saat proses pemenuhan pagu ini, kami baru mendapatkan tambahan empat calon siswa,’’ ungkapnya.
Pada PPDB tahun ini, kata Yanto, jumlah rombongan kelas (rombel) di tempatnya bertambah dibandingkan 2023 lalu.
Dari sebelumnya hanya lima kelas, kini menjadi enam kelas. Yang mana, setiap kelasnya terdiri dari 31 siswa.
‘’Penambahan rombel ini sengaja diberikan lantaran sekolah kami dianggap memiliki banyak prestasi (akademik-non akademik). Jadi, kami optimistis untuk pemenuhan pagu ini bisa tercukupi,’’ jelasnya.
Terpisah, Kabid Kurikulum, Pembinaan Bahasa, dan Sastra Dindik Kota Madiun Slamet Hariyadi mengatakan, calon siswa yang mendaftar saat pemenuhan kuota PPDB bakal diterima langsung sesuai jumlah sisa pagu.
Baik calon siswa itu berasal dari dalam maupun luar Kota Madiun.
‘’Tidak hanya warga kota Madiun, selama pagu masih ada bisa mendaftar di sekolah yang masih ada pagunya tersebut. Jadi, sistemnya cepat-cepatan siapa yang bisa mengisi pagu sekolah,’’ terang Hariyadi. (mg1/her)
Editor : Mizan Ahsani