KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Suksesi kepemimpinan di DPC Partai Gerindra Kota Madiun mulai bergulir.
Maidi yang merupakan mantan Wali Kota Madiun periode 2019–2024 itu diusulkan untuk menjadi ketua DPC Gerindra selanjutnya menggantikan Bambang Wahyudi.
Bambang mengungkapkan proses transisi pergantian pimpinan partai tersebut sudah mulai dibicarakan sejak dua bulan lalu atau setelah Pemilu 2024 selesai.
Saat itu, dirinya coba mendekati Maidi yang juga berkeinginan macung sebagai bakal calon wali kota (bacawali) Madiun lewat Gerindra.
Bak gayung bersambut, Maidi bersedia menerima tawaran tersebut.
Pun, Bambang membantu menjembatani dalam menjalin komunikasi dengan DPD dan DPP Gerindra.
‘’Pak Maidi siap dan sanggup memimpin DPC Gerindra ke depan untuk menggantikan saya,’’ katanya.
Saat ini, menurutnya, berkas usulan Maidi sebagai calon ketua DPC sudah masuk dalam pembahasan DPD Gerindra Jatim dan DPP.
Bahkan, Bambang mengaku mendapatkan informasi kalau usulan tersebut sudah disetujui sekitar dua minggu lalu.
‘’Tinggal tunggu SK (Surat Keputusan)-nya saja. Yang pasti, persetujuan sudah dikantongi,’’ jelas Bambang yang sudah menjadi Ketua DPC Gerindra Kota Madiun sejak tahun 2013 itu.
Terkait kapan SK tersebut turun, Bambang belum bisa memastikan.
Dia menyebut ada kemungkinan SK pengangkatan Maidi sebagai calon ketua DPC Gerindra turun menjelang pilkada 2024.
‘’Mungkin menjelang atau pasca pilkada. Karena perlu tanda tangan Pak Prabowo Subianto. Ini yang prosesnya dinilai cukup lama,’’ terangnya.
Dengan telah diusulkannya Maidi sebagai calon ketua DPC Gerindra, Bambang menyatakan secara otomatis rekomendasi bacawali partainya akan diturunkan kepada Mantan Sekda Kota Madiun itu.
‘’Dipastikan Gerindra merekomendasi Pak Maidi. Saya pastikan itu,’’ tegasnya.
Bambang menambahkan, surat rekomendasi untuk pemilihan wali kota (pilwakot) Madiun bakal diserakan dalam waktu dekat.
Pun, rekom bakal turun dalam satu paket pasangan calon (paslon).
‘’Untuk bacawalinya, jelas Pak Maidi. Sedangkan (calon) wakilnya, menunggu siapa yang ditunjuk Pak Maidi. Jadi, nanti sepaket (bacawali-bacawawali). Sebentar lagi keluar,’’ ungkapnya.
Sementara itu, Sekretaris DPC Gerindra Kota Madiun Eko Andy Siswantara menjelaskan, dalam proses pergantian kepemimpinan di partainya tidak melalui musyawarah daerah (musda).
Tapi, cukup lewat usulan dan penunjukan oleh DPP. ‘’Jadi, sewaktu-waktu bisa diganti,’’ pungkasnya. (ggi/her)
Editor : Mizan Ahsani