Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Suhu Kota Madiun Panas saat Siang, Bediding ketika Malam, Dua RW di Tawangrejo dan Kelun Rawan Krisis Air Bersih

Erlita H • Minggu, 14 Juli 2024 | 21:30 WIB
MASUK KEMARAU: Iklim di Madiun Raya saat ini mengalami perubahan dengan ditandai hembusan angin kencang dan penurunan suhu udara. (BAGAS BIMANTARA/JAWA POS RADAR MADIUN)
MASUK KEMARAU: Iklim di Madiun Raya saat ini mengalami perubahan dengan ditandai hembusan angin kencang dan penurunan suhu udara. (BAGAS BIMANTARA/JAWA POS RADAR MADIUN)

KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Suhu di Kota Madiun dan sekitarnya terasa lebih dingin beberapa hari terakhir. Angin berembus kian kencang saat sore jika dibandingkan siang. Malam menjelang pagi, suhu mendingin. Fenomena penurunan suhu udara itu biasa dikenal sebagai bediding.

Pengamat Meteorologi dan Geofisika Madya Stasiun Geofisika Nganjuk Setiyaris mengatakan, fenomena saat ini menggambarkan puncak musim kemarau yang ditandai peningkatan suhu udara dan angin kering.

‘’Rata-rata suhu udara saat ini berkisar 15–35 derajat celsius dan kelembaban udara 35–95 persen,’’ ungkapnya, Minggu (14/7).

Lebih lanjut, jelas Setiyaris, fenomena ini disebabkan karena adanya distribusi suhu udara global dan gerak semu matahari.

Yang mana, wilayah tropis menerima panas sepanjang tahun dari penyinaran matahari sehingga memiliki suhu udara tahunan yang hangat dibandingkan wilayah subtropis dan kutub.

Di sisi lain, wilayah tropis memiliki amplitudo atau variasi suhu tahunan yang terbilang kecil. Sehingga perbedaan suhu pada siang dengan malam cukup besar. ‘’Akibatnya suhu rata-rata harian pada bulan Juli menjadi lebih rendah,’’ ujarnya.

Terpisah, Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Madiun Sumanto tak menampik saat ini sudah masuk musim kemarau.

Sebagai langkah antisipasi, pihaknya telah menyiapkan dua tangki berkapasitas 5.000 liter,  delapan tandon air berkapasitas 1,2 meter kubik dan 100 jeriken.

‘’Sampai saat ini, belum ada laporan permintaan dropping air bersih. Biasanya, dampak kemarau dirasakan oleh warga di RW 5 Kelun dan RW 3 Tawangrejo karena sumur-sumur mereka debit airnya berkurang kalah sama disel sawah,’’ terangnya. (mg1/her)

Editor : Hengky Ristanto
#bpbd #kemarau #bediding #kota madiun #bmkg #suhu