KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Komitmen Pemkot Madiun dalam membelanjakan anggarannya untuk produk dalam negeri (PDN) ternyata belum optimal.
Berdasarkan data perhitungan LKPP bigbox diketahui bahwa realisasi pelaksanaan penggunaan PDN oleh Pemkot Madiun terhadap perencanaan belanja baru 43,66 persen.
Penjabat (Pj) Wali Kota Madiun Eddy Supriyanto tak menampik akan hal itu.
Namun demikian, dia menyebut pemkot terus berusaha mengoptimalisasi belanja anggaran untuk UMKM dan PDN sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Yang mana, APBD harus didedikasikan untuk mendukung ekonomi rakyat.
‘’Dalam proses pengadaan barang, kami selalu utamakan penyedia yang mampu menyediakan produk-produk dalam negeri,’’ katanya di sela mengikuti kegiatan sosialisasi e-katalog versi 6.0 dan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) di Aston Hotel Madiun, Kamis (1/8).
Eddy memastikan APBD Kota Madiun didedikasikan untuk produk dalam negeri.
Jangan sampai APBD justru untuk beli barang impor, kecuali memang yang belum bisa produksi di dalam negeri.
‘’Kualitas produk dalam negeri tidak kalah dengan yang impor. Selain itu, harganya juga lebih murah,’’ ungkapnya.
Pria yang juga merangkap jabatan sebagai Kepala Bakesbangpol Jatim itu memperkirakan sebanyak 16 ribu produk telah disediakan 288 penyedia yang terdaftar dalam katalog.
Eddy ikut mendorong penyedia barang dan UMKM dari Kota Madiun untuk ikut bersaing.
‘’Saya yakin Pak Presiden Jokowi melalui lembaga-lembaga terkait pasti sudah mempertimbangkan untuk kemajuan bangsa dan negara. Tentu kami harus mendorong dan bangga dengan (penggunaan) produk dalam negeri,’’ ujar Eddy. (mg1/her)
PENYERAPAN PDN KOTA MADIUN
- Total perencanaan PDN Rp 399,9 miliar
- Komitmen PDN terhadap perencanaan belanja 58,69 persen
- Perencanaan PDN penyedia 99,59 persen
- Total perencanaan UMK Rp 366,7 miliar
- Total pelaksnaan PDN Rp 174,6 miliar
- Pelaksanaan PDN 92,86 persen
- Realisasi PDN terhadap komitmen 43,66 persen
- PDN pelaksanaan UMK Rp 150,7 miliar
Sumber: LKPP Bigbox
Editor : Mizan Ahsani