Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Pemkot Madiun Mulai Bangun Jembatan Patihan, Khusus Roda Dua dan Pejalan Kaki

Anggiyan Bayu • Senin, 19 Agustus 2024 | 22:00 WIB
MODEL GANTUNG: Pembangunan Jembatan Patihan segera menyentuh pekerjaan fisik. (BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN)
MODEL GANTUNG: Pembangunan Jembatan Patihan segera menyentuh pekerjaan fisik. (BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN)

KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Pasca roboh 2021 silam, pembangunan Jembatan Patihan segera menyentuh pekerjaan fisik.

Akses penghubung Kelurahan Patihan dengan Kelurahan Sogaten yang melintasi sungai Bengawan Madiun itu dijadwalkan rampung dibangun Desember mendatang.

‘’Sosialisasi dan survei sudah. Saat ini pemesanan rangka jembatan dan pemancangan di sisi Sogaten,’’ kata Kabid Bina Marga DPUPR Kota Madiun Agus Tri Sukamto kemarin (18/8).

Agus menyampaikan, pekerjaan bulan fokus abutment.

Kemudian, pemasangan rangka atas hingga jembatan gantung benar-benar selesai.

‘’Estimasi pekerjaan butuh waktu lima bulan. Insya Allah Desember selesai,’’ yakinnya.

Sesuai perencanan, Jembatan Patihan dimodel jembatan gantung.

Meski, pemkot sempat memiliki opsi lain seperti jembatan lengkung, jembatan rangka baja, dan jembatan girder.

Tapi, jembatan gantung dipilih lantaran ketersediaan anggaran.

‘’Nanti jembatan gantung hanya bisa dilintasi kendaraan roda dua dan pejalan kaki,’’ ujarnya.

Kelak panjang jembatan selebar sungai Bengawan Madiun. Yakni, 80 meter dengan lebar 1,8 meter.

Tepian kanan kiri sungai dibangun beton penghubung sepanjang 15 meter. Lokasinya bergeser ke selatan dari jembatan yang roboh.

‘’Terkait perizinan, kami sudah berkoordinasi dengan BBWS Bengawan Solo. Termasuk rekomendasinya,’’ sebutnya.

Diketahui, pembangunan Jembatan Patihan merupakan tindak lanjut usulan warga setempat dalam musyawarah perencanaan pembangunan.

Baik tingkat kelurahan, kecamatan, hingga kota.

Usulan mendapat pos anggaran dan direalisasikan tahun ini. ‘’Kalau dalam keadaan urgent bisa dilintasi ambulans. Estimasi beban maksimal sekitar 5 ton,’’ pungkasnya. (ggi/den)

Editor : Mizan Ahsani
#jembatan #gantung #patihan #pemkot #madiun