KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Indeks konsumsi ikan Kota Madiun rendah.
Itu merujuk catatan dinas ketahanan pangan dan pertanian (DKPP) setempat dua tahun lalu.
Yakni, 42,58 kilogram perkapita.
‘’Ada beberapa hal yang mempengaruhi,’’ kata Kepala DKPP Kota Madiun Totok Sugiarto, Selasa (27/8).
Indeks itu masih jauh dari target nasional, 54 kilogram perkapita.
Dengan kata lain, tingkat konsumsi ikan di kota ini minus 11,42 dari target tersebut.
‘’Itu (tingkat konsumsi ikan rendah, Red) karena bukan daerah perikanan, peternak ikan tidak banyak, dan ketersediaan lahan,’’ sebut Totok.
Totok mengklaim, pihaknya terus mengupayakan agar konsumsi ikan lebih optimal.
Sejumlah pihak digandeng untuk menggaungkan gemar makan ikan.
Mulai dinas-dinas terkait sampai perguruan tinggi. ‘’Agar target nasional tercapai,’’ ujarnya.
Indonesia punya laut luas dan sumber daya ikan luar biasa. Namun, konsumsi masih minim.
Pj Wali Kota Madiun Eddy Supriyanto berharap semakin banyak warga yang gemar makan ikan.
Pasalnya, ikan mengandung banyak protein dan antioksidan.
Itu penting untuk merangsang tumbuh-kembang otak.
"Mudah-mudahan, gerakan makan ikan bisa menjadikan anak-anak semakin cerdas dan sehat untuk mencetak SDM Indonesia Emas 2045," ujarnya. (mg1/den)
Editor : Mizan Ahsani