KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun - Perayaan Hari Santri (HSN) 2024 di Kota Madiun di alun-alun setempat, Selasa kemarin (22/10), kurang maksimal.
Sebab, nihil ruang unjuk kreativitas bagi santri. ''Ada miskomunikasi,'' kata Pj Wali Kota Madiun Eddy Supriyanto.
Eddy mengklaim bahwa sebelumnya pemkot meminta perayaan dilengkapi area usaha mikro kecil menengah (UMKM).
Kawasan tersebut direncanakan untuk memamerkan UMKM karya santri.
Selain sebagai ruang kreativitas santri, kawasan itu juga akan dimanfaatkan pemkot untuk pintu peluang kerja sama.
''Mungkin karena ada miskomunikasi, itu (area UMKM) tidak bisa ditampilkan,'' ungkap Eddy.
Perayaan HSN melibatkan 1.500 orang dari berbagai kalangan.
Mulai santri, kiai, ulama, sampai TNI-Polri.
Eddy menuturkan, momentum bertema Menyambung Juang Merengkuh Masa Depan itu merupakan wadah berjuang dan kemandirian untuk masa depan santri.
''Diharapkan, acara peringatan menjadikan santri sebagai penerus perjuangan kiai dalam memerangi kebodohan dan kemiskinan serta meningkatkan kemandirian,'' ujarnya.
Menurut Eddy, santri di madrasah dan pondok pesantren harus mampu berperan dan berkontribusi menanamkan moralitas dan cinta Tanah Air berjiwa Pancasila.
''Santri harus jadi garda paling depan menjaga persatuan dan kesatuan bangsa,'' pungkasnya. (err/den)
Editor : Mizan Ahsani