KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Pedagang dimohon bersabar. Sebab, tidak ada rehab pasar di Kota Madiun sepanjang 2025.
‘’Tahun ini belum (rehabilitasi, Red), hanya perbaikan atau pemeliharan saja di beberapa pasar,’’ kata Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Madiun Ansar Rasidi kemarin (21/1).
Tahun ini kontras dengan tahun lalu. Pada 2024, Pasar Sleko dan Pasar Sonokeling direhabilitasi. Ansar mengklaim, pihaknya sudah mengusulkan rehabilitasi sejumlah pasar tradisional.
‘’Pasar Srijaya dan Pasar Kojo yang kami usulkan tahun ini,’’ sebutnya.
Usulan tak terealisasi. Dia berdalih bahwa pekerjaan dilakukan bertahap lantaran keterbatasan anggaran.
‘’Pasar Srijaya dan Pasar Kojo masih antre. Prinsipnya, setiap tahun kami mengusulkan rehabilitasi pasar sebagai upaya penataan,’’ ungkapnya.
Ansar menuturkan, pihaknya hanya mendapat anggaran Rp 100 juta untuk mengurusi pasar tradisional.
Rencana, nominal tersebut bakal digunakan untuk perbaikan atau pemeliharaan Pasar Besar Madiun (PBM).
Detailnya, untuk memperbaiki keramik PBM yang sudah tak layak. ‘’Tidak ada rehabilitasi skala besar. Hanya perbaikan ringan saja,’’ ujarnya.
Surat Edaran Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) terkait pencadangan dana transfer disebut-sebut sebagai biang.
Pemkot perlu ekstra hari-hati perihal pekerjaan infrastruktur fisik. ‘’Masih menunggu tindak lanjut SE tersebut. Kami juga terdampak,’’ ucapnya.
Dia meminta masyarakat, baik pedagang maupun pengunjung pasar, lebih bersabar.
Bersamaan itu, disdag bakal tetap berupaya mengusulkan rehabilitasi pasar tradisional jika anggaran memungkinkan untuk dilaksanakan.
‘’Rehabilitasi biar ada perubahan. Pasar tradisional lebih tertata, bersih, dan seimbang dengan pasar modern,’’ pungkas Ansar. (ggi/den)
Editor : Mizan Ahsani