KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun - Inilah riwayat Saimunir sebagai juru kunci makam Kuncen. Beraneka pengalaman didapatkan pria yang akrab disapa Munir itu selama menjalani profesinya hingga kini.
Sudah hampir seperempat abad pria 75 tahun itu mengabdi. Tepatnya, saat diangkat Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Trowulan pada 1999.
Cerita pengabdian Munir dimulai ketika dirinya diminta menggantikan juru kunci lama yang meninggal. Semula dia tidak berniat menjadi juru kunci.
Namun, tugas tetap diterima. Mimpi diminta datang ke makam jadi alasan kuat baginya mengambil keputusan itu.
Sehari-hari, Munir bangun pagi dan langsung bersih-bersih makam Pangeran Timur atau Ronggo Jumeno, yang merupakan Bupati Madiun pertama.
Dia tidak hanya menjaga makam.
Tapi, juga menemani peziarah dari berbagai daerah seperti Malang, Surabaya, Kediri, dan yang lain.
Dia selalu mengarahkan pengunjung untuk mendoakan yang dimakamkan. Bukan malah meminta sesuatu.
Posisi Munir sempat hendak digantikan oleh yang lebih muda.
Namun, dia merasa masih sehat dan kuat menjalankan tugas.
Dia tidak tahu hingga kapan akan menjadi juru kunci. Dalam hatinya, dia merasa bahwa menjadi juru kunci merupakan pengabdian. (err/den)
Editor : Hengky Ristanto