Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Tanda-Tanda Ramadan Sudah Dekat: Warga Antre Tukar Uang Pecahan Baru, Ada yang Datang dari Ponorogo ke Madiun

Erlita H • Kamis, 13 Februari 2025 | 23:00 WIB
DUIT ANYAR: Warga rela mengantre demi mendapatkan uang pecahan baru yang tersedia di layanan kas keliling Bank Indonesia di Pasar Sleko Madiun, Rabu 12 Februari 2025.
DUIT ANYAR: Warga rela mengantre demi mendapatkan uang pecahan baru yang tersedia di layanan kas keliling Bank Indonesia di Pasar Sleko Madiun, Rabu 12 Februari 2025.

KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Antusiasme warga terhadap layanan kas keliling Bank Indonesia (BI) begitu luar biasa.

Seperti yang terlihat di Pasar Sleko Madiun, di mana masyarakat berbondong-bondong memanfaatkan fasilitas penukaran uang layak edar (ULE) pada 12 Februari 2025.

Sherly Ayu Yulindasari misalnya. Dia mengaku senang bisa tukar uang baru yang dibutuhkan untuk usaha tokonya.

“Saya ikut layanan ini secara offline karena kuota pendaftaran online terbatas hanya untuk 100 orang. Saya menukar Rp 1 juta dalam pecahan Rp 10.000,” ujar warga Madiun Lor itu.

Menurutnya, layanan di Pasar Sleko lebih cepat dibanding di Pasar Besar Madiun (PBM), yang sebelumnya ramai dan antre panjang.

Dia berharap kuota pendaftaran online bisa diperpanjang atau ditambah agar lebih banyak masyarakat yang mendapatkan kesempatan.

Bagi masyarakat yang ingin menukar uang di layanan kas keliling BI, mereka lebih dulu harus melakukan pendaftaran online dan membawa KTP asli.

Adapun pecahan uang yang tersedia dalam penukaran layanan kas keliling BI di antaranya, Rp 2.000; Rp 5.000; Rp 10.000; dan Rp 20.000.

Sementara batas maksimal penukarannya adalah 100 lembar per pecahan atau paket lengkap sebesar Rp 3,7 juta per orang.

Tidak hanya warga Madiun, layanan kas keliling BI juga diminati masyarakat dari luar kota.

Nova Soraya, warga Desa Ngunut, Kecamatan Babadan, Ponorogo, datang jauh-jauh ke Madiun untuk menukarkan uang pecahan yang sulit didapat di daerahnya.

“Saya tukar uang baru Rp 5 juta, tapi karena dibatasani, hanya Rp 3,7 juta. Ini sangat membantu, apalagi menjelang puasa dan Lebaran, uang pecahan susah dicari,” ujar Nova.

Dia mengaku mengikuti informasi dari media sosial Bank Indonesia, namun karena layanan kas keliling belum sampai ke Ponorogo, dirinya memutuskan datang ke Madiun.

“Biasanya kalau sudah mendekati ramadan, kas keliling sampai Ponorogo. Tapi karena tahun ini belum ada, saya lebih memilih datang langsung ke Madiun,” katanya. (err/her)

Editor : Mizan Ahsani
#Baru #ramadan #tukar uang #madiun