KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Rabu kemarin (26/2) menjadi hari terakhir siswa TK–SMP di Kota Madiun sekolah.
Selebihnya mulai hari ini hingga 5 Maret mendatang mereka belajar di rumah sebagai bagian dari libur awal Ramadan.
Kabid Kurikulum, Pembinaan Bahasa dan Sastra Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Madiun Slamet Hariyadi mengatakan, kebijakan libur awal Ramadan untuk pelajar TK–SMP itu merupakan bagian dari pembelajaran puasa yang diatur dalam Surat Edaran Bersama (SEB) Tiga Menteri.
Meliputi Mendikdasmen, Menteri Agama, dan Mendagri.
Selain awal Ramadan, libur sekolah juga berlaku mulai 26 Maret hingga 8 April mendatang untuk masa Lebaran.
’’Jadi, masuk kegiatan pembelajaran Ramadan itu mulai 6–25 Maret,’’ katanya.
Hariyadi berharap siswa dapat memanfaatkan libur pendidikan yang panjang kali ini dengan meningkatkan ibadah.
Mulai dari berlatih berpuasa bagi yang masih SD, dan rajin mengerjakan amalan saat Ramadan. Seperti salat Tarawih dan tadarus Alquran.
’’Kami berharapnya anak-anak bisa memanfaatkan waktu itu (libur awal Ramadan) untuk menerapkan nilai-nilai keimanan. Waktu puasa memakmurkan masjid, ikut salat Tarawih, salat Subuh atau tadarus,’’ terangnya.
Pihaknya juga menyarankan kepada orang tua untuk memberikan pendampingan maupun kontribusi kepada anak mereka agar mau belajar berpuasa dan meningkatkan ibadahnya selama Ramadan.
’’Istilahnya memberikan informasi pada sekolah kegiatan anak-anaknya selama libur awal puasa maupun Lebaran seperti apa,’’ ujarnya.
Sementara terkait pembelajaran saat Ramadan, Hariyadi mengaku sudah menyiapkan kisi-kisinya untuk semua sekolah.
Seperti pembelajaran diisi dengan kegiatan yang fokus pada peningkatan ilmu agama.
Bahkan, dinas pendidikan (dindik) juga akan menggelar 1.600 khataman Alquran di Pondok Lansia dan Pondok Abi Bahrun sebagai bentuk kegiatan pondok Ramadan pada 10–17 Maret.
’’Yang pasti, ini nanti tidak akan mengurangi proses pembelajaran di kelas. Karena waktu pelaksanaannya disesuaikan dengan kegiatan belajar mengajar,’’ ujarnya.
Selama Ramadan, jam masuk siswa juga akan disesuaikan. Misalnya untuk siswa SD–SMP, pembelajaran di sekolah berlangsung mulai pukul 07.30–12.00. Pembelajaran diakhiri dengan mengerjakan salat Duhur bersama. (err/her)
Editor : Mizan Ahsani