KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Mendekati Lebaran, harga bahan pokok di pasar mulai merangkak naik.
Untuk menekan lonjakan tersebut, Pemkot Madiun melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM).
Masyarakat bisa mendapatkan bahan pangan dengan harga terjangkau di Lapak UMKM Mbah Ronggo, Kelurahan Kuncen terhitung mulai kemarin (13/3) hingga hari ini (14/3).
Kegiatan ini bekerja sama dengan PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) dan Bulog.
Wakil Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun, menegaskan bahwa kehadiran pasar murah ini menjadi salah satu upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas harga pangan.
’’Dengan intervensi dari pemerintah, harga bahan pokok bisa lebih terjangkau. Dari perbandingan dua minggu lalu, harga di pasar murah ini turun sekitar Rp 1.000 hingga Rp 2.000,’’ ujarnya.
Salah satu warga Kelurahan Kuncen, Surati, merasa terbantu dengan adanya pasar murah ini. Perempuan 71 tahun itu membeli bawang putih, telur, cabai rawit, dan dua pack beras untuk kebutuhan sehari-hari.
’’Lumayan meringankan beban masyarakat kecil. Kalau bisa, pasar murah ini diadakan lagi setiap menjelang Idul Fitri,’’ harapnya.
Sementara itu, Kabid Ketahanan Pangan DKPP Kota Madiun Sumini menambahkan bahwa kegiatan ini bertujuan menyediakan bahan pangan dengan harga lebih murah dan mendekatkannya ke masyarakat.
Selain itu, menurutnya, pemilihan Kelurahan Kuncen sebagai lokasi pasar murah bukan tanpa alasan.
Di wilayah Kecamatan Taman sudah terdapat Warung Tekan Inflasi (Wartek), tetapi di Kuncen, Josenan, dan Demangan belum ada.
’’Kami ingin memastikan masyarakat di wilayah ini juga mendapatkan akses terhadap bahan pokok dengan harga terjangkau. Seperti beras medium yang di pasaran dijual Rp 13.500 per kilogram, di sini hanya Rp 11.500 per kilogram. Minyak pun lebih murah sekitar Rp 1.000 dari harga pasar,’’ jelasnya.
Menurut Sumini, selain menggelar pasar murah, pihaknya juga mendorong pemanfaatan pekarangan rumah untuk ketahanan pangan melalui program Pekarangan Pangan Lestari (P2L).
Setiap kali wali kota berkantor di lapangan, DKPP membuka stan yang memfasilitasi pemeriksaan hewan dan membagikan bibit tanaman gratis.
’’Di Kartoharjo saja, kami telah membagikan 750–1.000 bibit tanaman seperti cabai, terong, dan tomat. Masyarakat bisa mengambil dua bibit per orang,’’ katanya.
Saat ini, Kota Madiun memiliki 52 kelompok P2L, dengan tambahan delapan kelompok tahun lalu.
Tahun ini, sudah ada tiga kelompok masyarakat yang mengajukan usulan untuk mendapatkan bantuan dari APBN. (err/her)
Stok Gerakan Pangan Murah
Bawang putih – Rp 30.000 per kg
Beras SPHP – Rp 56.500 per 5 kg
Minyakita premium – Rp 18.000 per liter
Gula premium – Rp 17.000 per kg
Telur ayam – Rp 26.000 per kg
Bawang merah – Rp 20.000 per setengah kg
Cabai rawit – Rp 6.000 per ons
Gula pasir – Rp 16.500 per kg
Sayur P2L – Rp 5.000 per 2 bungkus
Editor : Mizan Ahsani