KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Tradisi wisuda SMA/SMK dihapus. Keputusan ini setelah Dinas Pendidikan (Dispendik) Jatim menerima banyak keluhan dari masyarakat terkait mahalnya biaya purnawiyata yang dipungut sekolah.
Kasi SMA Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Jatim Wilayah Madiun, Devy Yuniar, menjelaskan bahwa keputusan tersebut diambil berdasarkan hasil rapat koordinasi (rakor) yang diikuti seluruh kepala cabang dinas pendidikan se-Jatim.
Rakor tersebut menghasilkan surat edaran yang mengimbau sekolah-sekolah untuk tidak menyelenggarakan wisuda di hotel atau lokasi mewah yang membebani orang tua siswa.
’’Setelah rakor, Kacabdindik Madiun langsung menindaklanjuti dengan sosialisasi melalui Zoom kepada seluruh SMA, SMK, dan PKPLK (Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus) negeri maupun swasta di wilayah Madiun,’’ jelas Devy, Jumat (13/3).
Selain itu, pihaknya juga menerbitkan Surat Edaran Nomor 420/0882/101.6.16/2025 tentang himbauan purnawiyata.
’’Tujuan kebijakan ini adalah memberikan ketenangan bagi orang tua dan wali murid agar tidak terbebani dengan biaya wisuda yang tinggi,’’ tambahnya.
Surat edaran ini mulai diterapkan tahun ini, dengan harapan tidak ada lagi wisuda di luar sekolah.
Sebagai gantinya, kelulusan akan digelar dengan konsep sederhana namun tetap berkesan bagi para siswa.
’’Jika masyarakat tetap ingin menggelar acara kelulusan, itu boleh dilakukan, asalkan tidak memberatkan dan dilakukan secara sukarela,’’ pungkas Devy. (err/her)
Editor : Mizan Ahsani