KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun - Ribuan warga Kota Madiun ketiban rezeki nomplok menjelang Lebaran.
Sebanyak 5.673 keluarga penerima manfaat (KPM) memperoleh bantuan sosial (bansos) yang bersumber dari APBD dan DPA Jatim.
Baik itu berupa bantuan langsung tunai daerah (BLTD), BLT DBHCHT, bantuan untuk pekerja pabrik rokok, santunan kematian maupun air bersih.
Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos-PPPA) Kota Madiun, Heri Suwartono, menyebut bahwa bansos yang disalurkan senilai total Rp 3,7 miliar.
Dengan rincian BLTD sebesar Rp 1,07 miliar, BLT DBHCHT Rp 773,4 juta, bantuan untuk pekerja pabrik rokok Rp 117,9 juta, santunan kematian Rp 1,71 miliar, dan bantuan air bersih Rp 25,5 juta (selengkapnya lihat grafis).
Heri menjelaskan bahwa penyaluran bansos dilakukan secara langsung melalui petugas bank kepada KPM.
’’Santunan kematian sifatnya fluktuatif, tergantung jumlah warga yang mengajukan,’’ ujarnya.
Meskipun Kota Madiun tidak lagi memiliki pabrik rokok, bantuan BLT DBHCT tetap bisa disalurkan. Dana ini berasal dari persentase yang ditetapkan oleh pemerintah pusat.
’’Persentase anggaran dari pusat menentukan jumlah DBHCT yang bisa diberikan ke daerah. Bantuan ini juga disalurkan ke berbagai OPD terkait, tidak hanya dinsos,’’ terang Heri.
Sementara itu, Wali Kota Maidi berpesan agar bansos digunakan untuk memenuhi kebutuhan pokok keluarga, bukan untuk barang konsumtif.
’’Jangan sampai dibelikan sesuatu yang tidak perlu, apalagi untuk rokok atau barang konsumtif lain yang kurang bermanfaat,’’ tegasnya.
Maidi memastikan bahwa bansos ini tidak terdampak efisiensi anggaran pemerintah, sehingga jumlah bantuan tetap utuh.
Menurutnya, seorang pemimpin harus memahami kebutuhan rakyatnya.
Oleh karena itu, bansos diberikan sebelum Idul Fitri agar seluruh warga bisa merayakan Lebaran dengan kebahagiaan yang sama.
’’Kami ingin semua warga merasakan kebahagiaan saat Idul Fitri. Tidak hanya sebagian kelompok, tetapi semuanya. Maka, hari ini bansos disalurkan agar mereka bisa ikut merayakan,’’ ungkapnya. (err/her)
Rincian Bansos
BLTD
Total anggaran bantuan: Rp 1.072.200.000
Besaran bantuan: Rp 200.000 per bulan
Jumlah penerima: 1.787 KPM
BLT DBHCHT
Total anggaran bantuan: Rp 773.400.000
Besaran bantuan: Rp 200.000 per bulan
Jumlah penerima: 1.289 KPM
Bantuan Pekerja Pabrik Rokok
Total anggaran bantuan: Rp 117.900.000
Besaran bantuan: Rp 300.000 per bulan
Jumlah penerima: 131 KPM
Santunan Kematian
Total anggaran bantuan: Rp 1.716.000.000
Besaran santunan: Rp 1.000.000
Jumlah penerima: 1.716 KPM
Bantuan Air Bersih
Total anggaran bantuan: Rp 25.500.000
Besaran bantuan: Rp 34.000 per bulan
Jumlah penerima: 750 KPM
Editor : Mizan Ahsani