KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Kondisi infrastruktur pendidikan di Kota Madiun kembali disorot. Salah satunya SDN Sukosari di Kecamatan Kartoharjo.
Kerusakan parah terjadi di hampir seluruh bangunan sekolah, mengancam keselamatan siswa, termasuk mereka yang berkebutuhan khusus.
Dari pantauan Jawa Pos Radar Madiun, hanya satu bangunan yang masih tampak kokoh, yakni ruang tata usaha.
Selebihnya, tampak memprihatinkan. Genteng bocor, tembok retak, bahkan sebagian atap ruang kelas sudah ambrol.
Saat hujan, halaman sekolah bahkan tergenang air hingga ke dalam ruang kelas.
Kepala SDN Sukosari Muljono tak menampik kondisi sekolahnya kian memprihatinkan. Dia menyebutkan kerusakan sekolah sudah mencapai 60 persen.
Ironisnya, SDN Sukosari merupakan sekolah inklusi yang menampung anak-anak berkebutuhan khusus (ABK).
’’Seharusnya fasilitas sekolah inklusi itu lebih baik, bukan malah sebaliknya,’’ keluhnya, Jumat (21/3).
Muljono mengatakan, selain mengajar, para guru juga harus ekstra waspada demi memastikan keselamatan siswa.
’’Kami khawatir bangunan sewaktu-waktu ambruk. Kami juga sudah mengajukan rehabilitasi ke dinas pendidikan, tapi belum ada tindak lanjut,’’ ujarnya.
Menurutnya, kerusakan infrastruktur ini tidak hanya mengganggu proses belajar mengajar, tetapi juga dapat menurunkan minat masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di SDN Sukosari.
Padahal, sekolah ini termasuk salah satu dari sedikit sekolah penggerak di Kota Madiun.
Dia berharap, pemerintah daerah tidak menutup mata terhadap kondisi ini.
’’Kami ingin sekolah ini tetap eksis dan menjadi tempat belajar yang aman serta nyaman, apalagi ini sekolah inklusi,’’ pungkasnya. (ggi/her)
Editor : Mizan Ahsani