Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Canggih! Lab DKPP Kota Madiun Bakal Modifikasi Genetik Kelapa Kopyor dan Kembangkan Cabai Carolina Reaper

Anggiyan Bayu • Jumat, 25 April 2025 | 20:50 WIB
SEKTOR PERTANIAN: Wali Kota Madiun Maidi saat meninjau laboratorium kultur jaringan di kantor DKPP Kota Madiun.
SEKTOR PERTANIAN: Wali Kota Madiun Maidi saat meninjau laboratorium kultur jaringan di kantor DKPP Kota Madiun.

Jawa Pos Radar Madiun – Pertanian di Kota Madiun semakin canggih.

Terkini, Pemkot Madiun telah membangun laboratorium kultur jaringan di kantor dinas ketahanan pangan dan pertanian (DKPP) setempat.

Rencana terdekat, segera dilakukan pengembangan tanaman. ‘’Untuk mengembangkan tanaman pangan varietas unggulan,’’ ungkap Wali Kota Madiun Maidi, Kamis (24/4).

Maidi menjelaskan, laboratorium kultur jaringan memungkinkan modifikasi genetik pada tanaman.

Sehingga, dapat menghasilkan varietas tanaman yang lebih unggul dengan karakteristik yang diinginkan.

Seperti hasil lebih panen dan kualitas lebih baik. ‘’Meski area pertanian sempit, laboratorium ini akan mampu mendongkrak produksi dan kualitas yang maksimal,’’ ujarnya.

Kelapa kopyor jadi varietas tanaman yang masuk daftar rencana pengembangan. Kelak, bibit ditanam di lahan seluas tiga hektare yang disediakan pemkot.

‘’Ada berbagai jenis tanaman pisang dan tanaman kelapa kopyor. Bibit kelapa kopyor, satu batang saat ini harganya Rp 1 juta,’’ ujarnya.

Pemkot juga akan melakukan penelitian serta pengembangan tanaman cabai carolina reaper.

Menurut dia, jenis itu memiliki tingkat kepedasan yang jauh lebih tinggi dibandingkan cabai rawit.

Yakni, dengan tingkat kepedasan sekitar 1.600.000–2.200.000 SHU (Scoville Heat Unit).

Sementara cabai rawit sekitar 30.000–50.000 SHU. Artinya, Carolina reaper bisa 16-22 kali lebih pedas dari cabai rawit.

Baca Juga: Prediksi Skor PSIS Semarang vs Borneo FC: Misi Keluar Zona Degradasi, Mahesa Jenar Wajib Menang!

''Harapannya konsumsi cabai masyarakat dapat terpenuhi di tengah lahan pertanian yang terbatas. Insya Allah inflasi bisa kita tekan,‘’ terang Maidi.

Dia menambahkan, laboratorium kultur jaringan juga akan meneliti tanaman jagung.

Genetik komoditas yang kini gencar ditanam guna program ketahanan pangan bakal modifikasi.

Biasanya satu pohon jagung menghasilkan dua buah jagung, setelah modifikasi mampu menghasilkan lima buah jagung dalam satu pohon.

‘’Penelitian terus kami lakukan. Insya Allah Kota Madiun mampu menjaga swasembada pangan,’’ pungkasnya. (ggi/den)

Editor : Mizan Ahsani
#laboratorium #Maidi #pertanian #kelapa kopyor #genetik #cabai #carolina reaper