Jawa Pos Radar Madiun – Pemkot Madiun terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), terutama di kalangan aparatur sipil negara (ASN).
Salah satunya dengan memberikan program beasiswa pascasarjana bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS), baik jenjang magister maupun doktoral.
Wali Kota Madiun Maidi menyampaikan, tahun ini disiapkan kuota beasiswa bagi 12 PNS, terdiri dari dua guru dan 10 non-guru.
“Kita tidak punya sumber daya alam, maka SDM kita, termasuk ASN, harus unggul,” tegas Maidi, kemarin (5/5).
Pengajuan beasiswa dilakukan melalui dinas pendidikan untuk PNS guru, dan melalui BKPSDM bagi PNS non-guru.
Proses seleksi dilakukan ketat, dengan syarat antara lain masa kerja minimal, penilaian kinerja yang baik, serta tidak sedang dalam sanksi disiplin.
Bagi yang lolos seleksi, akan menerima beasiswa maksimal Rp 100 juta per orang.
“Ini bentuk dukungan pemkot agar pelayanan publik semakin berkualitas,” jelas Maidi.
Ia juga berharap program ini benar-benar dimanfaatkan secara optimal.
“Kuliah itu mahal, jadi kalau ada kesempatan dibiayai pemerintah, harus dimanfaatkan. Kalau tidak, rugi sendiri,” ujarnya.
Selain bagi PNS, Pemkot Madiun tetap melanjutkan program Beasiswa Bantuan Mahasiswa (BBM) untuk warga umum.
Sejak diluncurkan pada 2019, sudah sekitar 1.000 mahasiswa warga Kota Madiun berhasil menyelesaikan studi sarjananya lewat program tersebut.
“Insya Allah pengembangan SDM kita lebih maju dibandingkan daerah lain,” pungkasnya. (ggi/her)
Editor : Hengky Ristanto