Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Demi Kendalikan Inflasi di Kota Madiun, Kepala BPS Berharap ASN Pemkot Terus Menanam Tanaman Pangan

Erlita H • Jumat, 9 Mei 2025 | 00:00 WIB
Seorang ASN Pemkot Madiun menanam cabai di kantor tempat kerjanya.
Seorang ASN Pemkot Madiun menanam cabai di kantor tempat kerjanya.

Jawa Pos Radar Madiun – Kebijakan Pemkot Madiun mewajibkan ASN menyumbang serta merawat bibit tanaman pangan ditanggapi badan pusat statistik (BPS) setempat.

Kebijakan tersebut dinilai bakal berpengaruh terhadap pergerakan inflasi di kota ini.

‘’Bibit yang ditanam adalah komoditas pangan yang kerap menjadi persoalan inflasi. Khususnya cabai rawit,’’ ungkap Kepala BPS Kota Madiun Abdul Azis, Rabu (7/5).

Kendati begitu, Azis memberikan catatan penting bagi pemkot. Yakni, untuk memperhatikan masa tanam dan masa panen komoditas pangan yang ditanam.

Menurut dia, kebijakan ini akan berhasil jika masa tanam dan panen di masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD) dibedakan. Dengan begitu, fluktuasi ketersediaan pangan akan terjaga.

Misal, bulan depan serentak panen tapi bulan selanjutnya tidak ada. Otomatis harga kembali merangkak naik hingga kembali menimbulkan inflasi.

‘’Apalagi, komoditas pangan seperti cabai rawit, tomat, dan terong itu kan tidak bisa disimpan lama,’’ ujarnya.

Selain itu, Azis meminta pemkot untuk menjaga kontinyuitas kebijakan tersebut.

Tak hanya tahun ini, tapi juga tahun-tahun ke depan. Jika berhasil, inflasi bukan persoalan di Kota Madiun.

‘’Saya rasa butuh monev (monitoring dan evaluasi) secara terus menerus selama kebijakan ini berlangsung,’’ tuturnya.

Diketahui, kebijakan ini tertuang dalam surat edaran nomor 539/253/401.012/2025. Isinya, menginstruksikan seluruh pegawai melakukan penanaman bibit tanaman.

Masing-masing pegawai menanam dua bibit cabai rawit, tomat, dan terong. (ggi/den)

Editor : Mizan Ahsani
#Inflasi #kota madiun #tanaman #BPS #asn