Jawa Pos Radar Madiun – Jelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur IX yang bakal digelar di Malang Raya, Juni–Juli 2025, Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Madiun terus mengintensifkan persiapan.
Latihan rutin digelar setiap Sabtu dan Minggu pukul 07.00–10.00 WIB di GOR Tenis Madiun.
Sekretaris IPSI Kota Madiun, Gatot Suhartono, mengungkapkan bahwa awalnya pihaknya menyiapkan 22 atlet dan enam pelatih.
Namun, berdasarkan evaluasi Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), kuota dikurangi menjadi hanya 10 atlet dan dua pelatih.
“Nah, ini kami masih pikir ulang. Dengan hanya dua pelatih, rasanya kurang cukup jika bertanding di gelanggang berbeda dalam waktu bersamaan,” ujarnya, Jumat (9/5).
Gatot menilai pengurangan kuota akan menyulitkan pendampingan teknis di lapangan.
Pihaknya mengusulkan agar ada tambahan dua hingga lima orang, baik atlet maupun pelatih.
Apalagi, beberapa atlet yang dicoret justru memiliki piagam dan potensi mendulang medali.
“Kami memahami permintaan pengurangan dari KONI. Tapi beberapa atlet yang dikurangi punya rekam jejak prestasi. Ini jadi pertimbangan kami,” imbuhnya.
Meski menghadapi keterbatasan kuota, Gatot tetap optimistis.
Ia menargetkan dua medali emas, masing-masing dari kategori tunggal putri dan tanding kelas B putri.
IPSI Kota Madiun akan mengisi kategori tunggal putra, tunggal putri, ganda putri, beregu putra, serta tanding putra dan putri.
Namun, formasi didominasi atlet putri. “Kami hanya mengisi rata-rata kelas dari putri,” tutup Gatot. (err)
Editor : Hengky Ristanto