Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Cegah Tertukar dengan Jemaah Lain, Koper CJH Madiun Ditandai Gantungan Boneka dan Pita Warna

Erlita H • Jumat, 16 Mei 2025 | 12:00 WIB
Para calon jemaah haji asal Kota Madiun menandai koper mereka dengan pita maupun boneka agar tidak tertukar dengan jemaah lainnya, kemarin (15/5). BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN
Para calon jemaah haji asal Kota Madiun menandai koper mereka dengan pita maupun boneka agar tidak tertukar dengan jemaah lainnya, kemarin (15/5). BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN

Jawa Pos Radar Madiun – Menjelang keberangkatan calon jemaah haji (CJH) Kota Madiun kloter 52 dan 55, koper besar milik jemaah mulai dikumpulkan di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Madiun, Rabu (15/5).

Untuk mempermudah identifikasi, para jemaah menandai koper masing-masing dengan pita hingga boneka kecil.

Hingga pukul 12.00 kemarin, 60 persen koper telah terkumpul.

Kepala Kemenag Kota Madiun, Zainut Tamam, menyatakan bahwa seluruh koper telah diperiksa beratnya.

“Alhamdulillah tidak ada yang melebihi 30 kilogram. Batas maksimalnya 32 kilogram,” ujar Tamam.

Rinciannya, koper kloter 52 tercatat sebanyak 152 buah. Sementara kloter 55 berjumlah 21.

Kloter 52 diberangkatkan hari ini (16/5) pukul 14.00 dari Masjid Agung Baitul Hakim, sedangkan kloter 55 akan berangkat Sabtu (17/5) usai salat magrib dari Masjid Al Zahro.

Tamam juga mengingatkan aturan barang bawaan. Barang berbahaya atau dilarang seperti bahan mudah meledak, cairan di atas 100 ml, jimat, dan makanan cepat busuk tidak boleh dibawa.

Rokok dibatasi maksimal 200 batang, dan power bank wajib dimasukkan ke tas paspor, bukan koper atau tas kabin.

“Kalau ada barang terlarang atau kelebihan, akan dikembalikan ke Kemenag masing-masing,” jelasnya.

Untuk menghindari koper tertukar, Ketua Regu (Karu) dan Ketua Rombongan (Karom) menggunakan pita warna berbeda seperti merah, ungu, kuning, dan oranye.

Warna selempang juga disesuaikan dengan masing-masing KBIHU. Selain itu, ada juga yang dipasangi gantungan boneka.

Paspor akan dibagikan oleh petugas di Asrama Haji Sukolilo. “Simpan di tempat khusus bersama identitas, jangan dicampur barang lain,” pesan Tamam.

Delapan jemaah lansia yang membutuhkan kursi roda juga dipastikan mendapat pendampingan khusus selama perjalanan dan selama ibadah haji.

“Mudah-mudahan jumlahnya tidak bertambah,” pungkasnya. (err/her)

Editor : Hengky Ristanto
#kota madiun #cjh #pita #koper #boneka