Jawa Pos Radar Madiun – Hati Yuliati, 59, warga Nambangan Kidul, tampak bahagia.
Dengan bantuan dua tongkat, perempuan disabilitas itu tetap antusias berburu sembako murah di Lapangan Loh Duwur, kemarin (15/5).
Ia datang bersama suaminya untuk membeli telur, gula, dan minyak goreng dengan harga miring.
“Harganya murah sekali, sangat membantu kami. Semoga sering diadakan,” ucap Yuliati.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Madiun.
Subkoordinator Keamanan dan Kerawanan Pangan, Achmad Zain Nuri, mengatakan GPM digelar rutin setiap bulan.
“Antusiasme warga luar biasa. Baru hari pertama, antrean sudah panjang,” tuturnya.
Komoditas yang dijual antara lain beras, minyak goreng, gula pasir, bawang merah, bawang putih, telur, dan sayuran hasil pekarangan pangan lestari (P2L).
Kegiatan ini berlangsung dua hari, 15–16 Mei, dan merupakan hasil kerja sama dengan Bulog serta PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI).
“Kami juga menyebarkan flyer harga bahan pokok lewat kelurahan agar warga tahu lebih awal,” imbuh Zain.
Menurutnya, pemilihan lokasi GPM didasarkan pada evaluasi pelaksanaan tahun lalu. Sepanjang 2025, DKPP menargetkan 15 kali pelaksanaan.
Hingga pertengahan Mei, sudah enam kali GPM digelar. “Sebelumnya kami gelar di Manguharjo, Kanigoro, Demangan, Kuncen, dan Kelun,” pungkasnya. (err/den)
Editor : Hengky Ristanto