Jawa Pos Radar Madiun – Peringatan Hari Lahir Pancasila dimaknai secara mendalam oleh para kader PDIP.
Wakil Ketua DPRD Kota Madiun Sutardi menggelar sarasehan Bulan Bung Karno bersama puluhan kelompok masyarakat dan kader partai berlambang banteng moncong putih tersebut di RM Ayam Goreng Pemuda, Minggu (1/6).
Sutardi menyebut bulan Juni sebagai momen penting yang lekat dengan sosok Bung Karno.
Presiden pertama RI itu lahir pada 6 Juni dan wafat pada 21 Juni. Selain itu, 1 Juni diperingati sebagai Hari Lahir Pancasila.
’’Maka, bulan Juni menjadi momentum refleksi kebangsaan,’’ ungkapnya.
Menurut Sutardi, Bung Karno telah mewariskan fondasi penting bagi bangsa, yakni Pancasila.
Ideologi itu diyakini mampu menyatukan seluruh elemen bangsa.
Karena itu, mengenang sejarah dan jasa para pendiri bangsa merupakan bagian dari membangun jati diri nasional.
’’Ini juga bentuk penghormatan dan penghargaan kami kepada para pahlawan. Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa pahlawannya,’’ tambahnya.
Ia menegaskan bahwa Pancasila bukan hanya simbol atau slogan kosong.
Sutardi mendorong kader PDIP menjadi contoh dalam mengamalkan nilai-nilai Pancasila di kehidupan nyata.
’’Pancasila jangan hanya sekadar dipidatokan. Mari kita aktualisasikan,’’ tegasnya.
Hadir pula dalam acara tersebut anggota DPRD Jatim Y. Ristu Nugroho.
Ia mengatakan bahwa di tengah tantangan zaman, Pancasila tetap relevan.
’’Pemikiran Bung Karno yang melahirkan Pancasila telah melampaui zamannya,’’ ujarnya. (her)
Editor : Hengky Ristanto