Jawa Pos Radar Madiun – Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kota Madiun belum pernah menyumbang medali dalam delapan edisi Porprov Jatim 2025.
Namun, pada Porprov IX mendatang, PBSI membidik hasil realistis: babak perempat final dan peluang meraih perunggu.
‘’Bisa bawa pulang perunggu saja sudah bersyukur. Lawan kita berat, seperti Surabaya, Sidoarjo, Malang. Mereka punya klub besar dan pusat latihan sendiri,’’ ujar Pengurus PBSI Kota Madiun Danang Hadi Wijayanto, Minggu (15/6).
Menurut Danang, salah satu faktor ketertinggalan PBSI Kota Madiun adalah belum adanya sistem pemusatan latihan jangka panjang.
Saat ini, sejumlah bibit muda mulai dikirim ke klub-klub besar luar daerah seperti Bandung, Jombang, hingga PB Djarum.
‘’PR kami jelas, harus punya pemusatan latihan sendiri di kota,’’ tegasnya.
Ia juga menyoroti aspek nonteknis yang turut berpengaruh, terutama dukungan dari dunia pendidikan.
Mengingat usia atlet bulutangkis yang berlaga di Porprov mayoritas masih SMP, peran sekolah dalam mendukung aktivitas latihan dinilai penting.
‘’Kalau ingin prestasi, atlet harus disiapkan secara serius. Sekolah juga harus mendukung,’’ tambahnya.
Saat ini, para atlet PBSI Kota Madiun menjalani latihan intensif enam kali seminggu dalam dua sesi, pagi dan malam.
Empat atlet ganda putra siap diberangkatkan ke Porprov. Pasangan pertama, Kois Fauzan Iqbal dan Cristian Sutanto. Pasangan kedua, Rangga Dwi Saputra dan Dava. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto