Jawa Pos Radar Madiun – Jelang pelaksanaan tradisi Suroan dan Suran Agung, Polres Madiun Kota menyiapkan pengamanan ketat dengan mengedepankan langkah pencegahan.
Salah satu strategi utama adalah tindakan preemtif melalui patroli siber, guna mendeteksi lebih awal potensi gangguan kamtibmas.
Kapolres Madiun Kota AKBP Wiwin Junianto Supriyadi menegaskan bahwa pihaknya menaruh perhatian serius terhadap penyebaran informasi provokatif, terutama di media sosial.
“Kami kedepankan pencegahan, deteksi kamtibmas baik di lapangan maupun di platform digital,” ujarnya, Selasa (24/6).
Langkah ini menjadi bagian dari Operasi Aman Suro (OAS) 2025, yang akan mulai bergulir pada 25 Juni.
Dalam operasi tersebut, sebanyak 1.200 personel gabungan dikerahkan.
Khusus untuk pengamanan Suroan, disiapkan 865 personel, sementara pengamanan Suran Agung melibatkan 861 personel.
Wiwin menyampaikan, patroli dunia maya akan menyisir akun-akun maupun unggahan yang berpotensi menimbulkan keresahan.
“Informasi provokatif seringkali menjadi pemicu konflik, padahal belum tentu benar. Maka, kami lakukan deteksi awal lewat patroli siber,” tegasnya.
Meski pendekatan pencegahan diutamakan, langkah penindakan hukum tetap disiapkan, khususnya terhadap pelanggar kesepakatan bersama.
“Tindakan preventif pasti kami lakukan. Terutama bagi provokator yang mengganggu ketertiban,” ucap Wiwin.
Sebelumnya, pihak kepolisian bersama pemkot dan jajaran forkopimda telah melakukan sosialisasi secara masif kepada seluruh elemen masyarakat dan organisasi perguruan.
Wiwin berharap, Suroan dan Suran Agung bisa dimaknai sebagai ajang silaturahmi yang damai.
“Saya berharap imbauan kami tersampaikan dengan baik, dari pimpinan hingga anggota di level bawah perguruan. Mari jaga kondusivitas Kota Madiun bersama-sama,” pungkasnya. (ggi/den)
Editor : Hengky Ristanto