Jawa Pos Radar Madiun – Upaya merevitalisasi zona pasif TPA Winongo menuju kawasan wisata hijau mulai dikaji serius.
Kemarin (25/6), tim Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) memaparkan hasil studi kelayakan pengelolaan area bekas tumpukan sampah itu di ruang 13 balai kota.
Kepala Pusat Studi Infrastruktur dan Lingkungan ITS Warmadewanthi menyebut, langkah awal berupa rekonturing dan rehabilitasi gunungan sampah dinilai sudah sesuai standar teknis dan regulasi.
“Penutupan tanah cukup tebal, mencapai 80 sentimeter, di atas standar ideal 50–60 sentimeter,” ungkapnya.
ITS juga memberikan sejumlah rekomendasi pemanfaatan.
Di antaranya, penanaman bambu dan bunga kana untuk penyerap limbah serta tanaman buah berakar dangkal.
Konsep tersebut mengacu pada praktik serupa yang sukses diterapkan di kota besar di Indonesia hingga Denmark.
Wali Kota Maidi menyambut baik pendampingan ilmiah tersebut.
Menurutnya, sinergi dengan ITS penting agar pengelolaan pascatambang sampah di TPA Winongo berbasis kajian akademik.
“Seluruh rekomendasi akan kami tindak lanjuti, termasuk menyiapkan akses menuju lokasi,” tegasnya. (ggi/her)
Editor : Hengky Ristanto