Jawa Pos Radar Madiun – SMP Negeri 4 Kota Madiun terus meneguhkan diri sebagai pionir inovasi pembelajaran di era digital.
Dengan menggabungkan teknologi Chromebook dan kesadaran lingkungan, lembaga pendidikan ini mengembangkan metode belajar adaptif dan kontekstual yang dekat dengan realita kehidupan siswa.
Tidak hanya menggunakan fitur-fitur Google seperti Docs, Classroom, dan Spreadsheet, materi ajar juga dikemas dalam bentuk barcode agar mudah diakses siswa.
‘’Memanfaatkan fasilitas digital dari Pemkot Madiun dan pelatihan dari Google untuk menciptakan sistem pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan lokal,’’ kata Kepala SMPN 4 Kota Madiun Mamek Daru Wigyantoro.
Dua program unggulannya, Sekolah Peduli Inflasi (SPI) dan Menanam Tanaman Produktif (Metapro).
Melalui Metapro, siswa diajak menanam cabai, tomat, hingga terong di lahan sekolah.
Kegiatan ini bukan sekadar praktik berkebun, tetapi juga bentuk pembelajaran tematik berbasis lingkungan.
Sedangkan program SPI memberi edukasi langsung mengenai isu ekonomi seperti inflasi.
Siswa dikenalkan pada siklus produksi dan distribusi bahan pangan, lalu belajar menjual hasil panen untuk membeli bibit baru.
Sekolah juga memanfaatkan Google Sites untuk mengetahui informasi tentang SPI mulai dari pembibitan sampai proses panen.
Daru menerangkan, 80 persen tenaga pendidik SMPN 4 Kota Madiun telah tersertifikasi Google Level 1 dan 2.
Sekolahnya menjadi kandidat kuat sebagai Sekolah Rujukan Google (KSRG).
Tim SPI yang terdiri dari guru dan siswa juga dibentuk untuk merawat tanaman setiap hari dan memastikan keberlanjutan program.
Konsep yang mulai dirancang sejak 2022, kini mulai menunjukkan hasil signifikan. Tanaman produktif tumbuh subur menghijaukan sekolah.
Siswa semakin terbiasa dengan proses pembelajaran berbasis pengalaman nyata.
‘’Kami ingin anak-anak tumbuh sebagai generasi yang peduli lingkungan, sadar ekonomi, dan melek teknologi," pungkas Darui. (*)
Editor : Hengky Ristanto