Jawa Pos Radar Madiun – Persediaan beras di gudang Bulog Kancab Madiun melimpah.
Hingga 2 Juli lalu, tercatat stok mencapai 61.586 ton.
Jumlah tersebut dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama 22 bulan ke depan.
‘’Stok tersebut mencakup wilayah Kota dan Kabupaten Madiun, Ngawi, dan Magetan,’’ ujar Pemimpin Cabang Bulog Kancab Madiun Agung Sarianto, Minggu (6/7).
Agung menyebut bahwa beras itu termasuk jenis Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
Selain untuk cadangan wilayah kerja, juga bisa dikirim ke daerah defisit.
Namun, penyalurannya masih menunggu instruksi dari pemerintah pusat.
‘’Kami siap menyalurkan. Tapi, mekanismenya harus mengikuti regulasi yang berlaku,’’ terangnya.
Menurut Agung, Bulog juga akan menyalurkan bantuan pangan tahap Juni–Juli yang dijadwalkan mulai bulan ini.
Saat ini, data penerima bantuan masih dalam tahap verifikasi by name by address.
Di sisi lain, Agung mengakui harga beras di sejumlah pasar mulai naik.
Bahkan, beberapa pasar di Madiun dilaporkan kekurangan pasokan.
‘’Pedagang mulai menanyakan distribusi, tapi kami belum bisa bergerak tanpa izin resmi,’’ ujarnya.
Meski demikian, Agung mengimbau masyarakat tidak panik. Stok beras masih sangat mencukupi.
Saat ini Bulog juga masih menyerap hasil panen dari petani lokal.
‘’Pengadaan sudah tembus 45.675 ton. Kami masih menyerap sekitar 100–200 ton gabah kering panen per hari,’’ pungkasnya. (err/den)
Editor : Hengky Ristanto