Jawa Pos Radar Madiun – KONI Kota Madiun melakukan evaluasi besar-besaran usai gelaran Porprov Jatim 2025.
Ketua KONI Edwin Susanto menyebut bakal mengumpulkan seluruh cabang olahraga (cabor), pelatih, dan ofisial guna membedah hasil kontingen.
Edwin menyoroti pesatnya kemajuan daerah lain, sementara Kota Madiun masih stagnan.
Latihan yang minim serta persiapan pendek disebut jadi penyebab tak maksimalnya hasil.
‘’Kami akan evaluasi, baik peraih emas maupun perak. Bahkan, jika perlu kami training-kan ke KONI Surabaya,’’ ujar Edwin, Selasa (8/7).
KONI Surabaya disebut siap menyediakan fasilitas mess dan pelatih secara gratis.
KONI Kota Madiun hanya perlu menanggung biaya makan atlet.
Langkah ini dilakukan sebagai persiapan menuju Porprov X tahun 2027 yang akan digelar di Surabaya.
Beberapa cabor yang diunggulkan justru gagal meraih medali emas, seperti angkat besi yang kalah bersaing dengan Kota Kediri yang menurunkan mantan atlet pelatnas.
Sebaliknya, cabor seperti kurash mampu mencetak kejutan dengan menyumbang dua emas dan dua perunggu.
‘’Fokus ke depan adalah mempertahankan atlet emas dan perak. Regenerasi atlet juga harus kami jalankan mulai sekarang,’’ lanjut Edwin.
Meski perolehan emas turun dibanding Porprov 2023, poin keseluruhan meningkat.
Kota Madiun meraih 9 emas, 17 perak, dan 29 perunggu, dengan total 99 poin.
Tahun lalu, Kota Madiun membawa pulang 10 emas, 14 perak, dan 25 perunggu dengan total 93 poin.
Tahun ini, Kota Madiun berada di peringkat 23, turun satu peringkat dari sebelumnya.
Sekretaris KONI Kota Madiun Poedjo Soeprantio menambahkan, evaluasi juga menyasar cabor-cabor minim peminat.
Menurutnya, nomor-nomor tersebut justru berpeluang menyumbang emas.
Apalagi, sejumlah atlet peraih emas tahun ini tidak bisa turun kembali karena faktor usia.
‘’Kami harus segera mencari atlet baru untuk persiapan Porprov berikutnya,’’ tegas Poedjo.
Porprov Jatim X dipastikan berlangsung di Surabaya pada 2027.
Setelah itu, Kota Madiun dijadwalkan menjadi tuan rumah pada 2029.
Wali Kota Madiun Maidi menyatakan telah menyiapkan bonus bagi atlet berprestasi.
Emas diganjar Rp 40 juta, perak Rp 20 juta, dan perunggu Rp 10 juta.
‘’Bonusnya sudah kami siapkan. Atlet lulusan SMA nanti bisa menghadap ke saya. Akan kami bantu, apakah lanjut kuliah atau kerja,’’ kata Maidi. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto