Jawa Pos Radar Madiun – Lapas Kelas I Madiun kembali menghadapi persoalan klasik: kelebihan kapasitas.
Lembaga pemasyarakatan di tengah kota itu kini dihuni 1.274 warga binaan.
Padahal, kapasitas idealnya hanya 850 orang.
Kalapas Kelas I Madiun Andi Wijaya Rivai menyebutkan, total petugas keamanan yang bertugas saat ini sebanyak 145 orang.
Termasuk tujuh calon pegawai negeri sipil (CPNS) baru.
Dengan jumlah itu, satu petugas menjaga delapan sampai sembilan narapidana.
Idealnya, rasio penjagaan di dalam lapas adalah satu napi dijaga dua petugas.
Meski overkapasitas, Andi memastikan kondisi lapas masih terkendali.
Ia mengaku terus mengingatkan warga binaan untuk mematuhi aturan.
Selain menerima limpahan napi dari Lapas Blitar, kemarin Lapas Madiun kembali kedatangan 39 warga binaan baru.
’’Kami tetap mengutamakan keamanan dan pembinaan,’’ katanya, kemarin (15/7).
Andi menegaskan bahwa pembinaan tetap berjalan optimal.
Baik di bidang keagamaan maupun keterampilan. Razia juga rutin digelar tanpa pemberitahuan lebih dulu untuk mencegah pelanggaran.
’’Kami tidak beri ruang untuk gangguan keamanan,’’ tegasnya. (her)
Editor : Hengky Ristanto