Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Harga Beras dan Tomat Melonjak, Inflasi Madiun Tembus 0,27 Persen

Erlita H • Senin, 4 Agustus 2025 | 12:15 WIB
BPS Kota Madiun mencatat inflasi Juli 2025 sebesar 0,27 persen. Naiknya harga beras dan tomat jadi penyumbang utama. ILUSTRASI FOTO: BAGAS BIMANTARA/JAWA POS RADAR MADIUN
BPS Kota Madiun mencatat inflasi Juli 2025 sebesar 0,27 persen. Naiknya harga beras dan tomat jadi penyumbang utama. ILUSTRASI FOTO: BAGAS BIMANTARA/JAWA POS RADAR MADIUN

Jawa Pos Radar Madiun – BPS mencatat inflasi Kota Madiun sebesar 0,27 persen pada Juli 2025 secara month to month (mtm).

Kenaikan harga beras dan tomat jadi penyumbang utama.

Statistisi Ahli Muda BPS Kota Madiun Emi Arifiliana mengatakan, kelompok makanan, minuman, dan tembakau menyumbang inflasi 0,51 persen dengan andil 0,14 persen.

“Pemicu utamanya beras naik 1,88 persen, tomat melonjak 27,29 persen,” ujarnya, Minggu (3/8).

Inflasi juga disumbang dari sektor pendidikan sebesar 1,14 persen, seiring kenaikan biaya masuk sekolah dan bimbingan belajar di awal tahun ajaran.

Transportasi turut andil 0,41 persen akibat naiknya harga bensin.

Meski kenaikan harga beras hanya 1,88 persen, komoditas ini memberi andil besar 0,08 persen.

Pasokan tersendat karena belum masuk masa panen di daerah sekitar.

“Madiun bukan penghasil beras. Sementara panen raya baru dimulai Agustus,” terang Emi.

Penyaluran beras SPHP baru digelontorkan akhir Juni, sehingga belum berpengaruh terhadap harga Juli.

Secara tahunan, inflasi year on year (yoy) mencapai 2,20 persen.

Inflasi tahun kalender (Januari–Juli) 1,48 persen.

Angka ini masih di bawah target inflasi nasional 2,5–1 persen.

Menjelang Agustus, BPS memproyeksikan inflasi tetap terkendali.

“Dalam dua tahun terakhir, inflasi Agustus rendah, hanya 0,07 persen pada 2024 dan 0,02 persen pada 2023,” pungkasnya. (err/her)

Editor : Hengky Ristanto
#inflasi pendidikan #harga beras naik #harga tomat melonjak #Beras sphp #inflasi Juli #madiun #data bps #bahan pokok naik