Jawa Pos Radar Madiun – Kericuhan demo di depan gedung DPRD Kota Madiun, Sabtu (30/8), menimbulkan korban.
Dandim 0803 Madiun, Letkol Kav Widhi Bayu Sudibyo, mengalami pendarahan di kepala akibat lemparan massa.
Kapolres Madiun Kota AKBP Wiwin Junianto Supriadi menyebut dua anggotanya juga terluka karena lemparan batu.
“Ada dua anggota kepolisian yang terkena lemparan, serta Dandim yang kepalanya berdarah,” jelasnya.
Kericuhan pecah saat massa berusaha masuk ke gedung dewan.
Polisi menembakkan water canon untuk membubarkan, namun situasi kian panas.
Massa melempari kaca, merobohkan pagar, hingga menjarah fasilitas di dalam gedung.
Pantauan di lapangan, aksi terus berlangsung hingga sore.
Massa semakin beringas dan sulit dikendalikan meski aparat gabungan dikerahkan.
Di luar itu, banyak serba-serbi dari aksi demo ini. Massa saling berbagi makanan dan minuman kepada satu sama lain.
Selain itu, tampak sejumlah massa juga memanfaatkan chaos untuk melakukan penjarahan.
Mereka mengambil besi pembatas jalan, besi pot, lampu led, papan nama kantor, dan lainnya.
Untuk diketahui, aksi ini dilakukan salah satunya sebagai solidaritas atas meninggalnya Affan Kurniawan.
Affan adalah pengendara ojol yang tewas dilindas Rantis Brimob saat demo di Jakarta, Kamis (28/8) lalu. (her/naz)
Editor : Mizan Ahsani