Jawa Pos Radar Madiun – Pascainsiden penyerangan gedung DPRD Kota Madiun, Sabtu (30/8), sisa kerusakan masih dibiarkan berserakan hingga Minggu (31/8).
Para pegawai sekretariat DPRD belum berani melakukan pembersihan karena fokus diarahkan pada pengamanan aset serta inventarisasi kerusakan.
Sekretaris DPRD Kota Madiun Misdi menyampaikan pihaknya berkoordinasi dengan aparat TNI dan Polri untuk memastikan situasi benar-benar aman sebelum pembersihan dimulai.
’’Kami amankan dulu aset dengan bantuan aparat keamanan. Setelah itu inventarisasi barang rusak maupun hilang,’’ jelasnya.
Kerusakan terpantau cukup parah. Pintu gerbang, pagar, papan nama kantor, hingga kaca ruang paripurna pecah.
Sejumlah ruangan seperti perpustakaan JDIH, ruang pers, dan gedung komisi terutama Komisi III juga terdampak.
’’Kacanya hancur dan berserakan masuk ke dalam ruangan,’’ tambah Misdi.
Selain perusakan, beberapa aset DPRD dilaporkan hilang. Di antaranya handy talky (HT), besi penutup saluran, dan selang.
’’Kalau ditotal, kerugiannya bisa mencapai ratusan juta,’’ ungkapnya.
Terkait agenda DPRD, Misdi mengatakan akan dibahas dalam rapat badan musyawarah.
’’Apakah kegiatan dewan tetap jalan atau ditunda, semua menunggu petunjuk pimpinan,’’ katanya.
Hingga saat ini, penjagaan ketat masih dilakukan. Inventarisasi detail akan dilakukan setelah kondisi benar-benar kondusif. (her)
Editor : Hengky Ristanto