Jawa Pos Radar Madiun – Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Wilayah Madiun-Ngawi, Lena, melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah sekolah di Kota Madiun, kemarin (2/9).
Sidak ini dilakukan untuk memastikan kegiatan belajar mengajar (KBM) berjalan aman di tengah isu unjuk rasa.
Lena menelusuri lorong hingga ruang kelas di SMKN 4 dan SMAN 5 Madiun.
Ia memastikan pembelajaran tatap muka berlangsung normal, sementara siswa tetap merasa aman, baik saat berangkat maupun pulang sekolah.
’’Kegiatan ini bagian dari memastikan anak-anak tetap mendapat layanan belajar meski ada situasi unjuk rasa,’’ ujarnya.
Dia menegaskan, hingga saat ini tidak ada laporan siswa SMA maupun SMK di Kota Madiun yang terlibat aksi unjuk rasa.
Sebelumnya, Lena juga sudah melakukan rapat bersama forkopimda, MUI, dan pemerintah daerah untuk langkah pencegahan.
’’Kami membekali guru agama dengan pembinaan karakter anak agar tidak mudah terprovokasi,’’ jelasnya.
Lena menambahkan, pada Senin (1/9) sekitar 95 persen siswa tetap masuk sekolah.
Siswa yang tidak hadir diwajibkan melampirkan izin resmi dari orang tua.
’’Kemarin (Senin) tidak diberlakukan daring, hasil komunikasi bersama kebijakan tetap luring,’’ terangnya.
Plt Kepala SMAN 5 Madiun, Sriyono, menyebut pihak sekolah juga memperketat penjagaan di pintu gerbang.
’’Alhamdulillah anak-anak antusias mengikuti kegiatan di sekolah, tidak ada yang keluar lingkungan sekolah,’’ ujarnya.
Sriyono menuturkan, ada satu siswa SMAN 4 Madiun yang sempat tidak masuk sekolah karena kekhawatiran orang tua.
Namun setelah diberikan penjelasan, anak tersebut kembali diizinkan masuk.
’’Kami yakinkan aman. Teman-temannya tetap sekolah, jadi besok anaknya kembali masuk,’’ tambahnya.
Sriyono menekankan, menyampaikan pendapat adalah hak warga negara, termasuk siswa.
Namun, ia berharap hal tersebut dilakukan sesuai aturan tanpa anarkis.
’’Yang jelas, tidak boleh anarkis,’’ tandasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto