Jawa Pos Radar Madiun – Kota Madiun mendapat perhatian khusus dari Laboratorium Teknologi Pengolahan Air, Departemen Teknik Lingkungan (DTL), Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS).
Melalui program pengabdian masyarakat, ITS membekali jajaran pemerintah kota dan masyarakat dengan pelatihan pengelolaan limbah cair.
Program ini menjadi bagian dari kegiatan KKN mahasiswa DTL ITS. Tim pengabdian masyarakat terdiri dari delapan dosen.
Mereka di antaranya Ir. Adhi Yuniarto, ST., MT., Ph.D., Dr. Ir. Agus Slamet, M.Sc., Prof. Ir. Eddy Setiadi, Dipl.Se., M.Sc., Ph.D., Ir. Dr. Bowo Djoko Marsono, M.Eng., Prof. Dr. Ir. Ali Masduqi, S.T., M.T.
Selain itu ada Ir. Alfan Purnomo, S.T., M.T., Ir. Bara Awanda Marhendra, S.T., M.Sc.ETH, serta Dr. Ir. Isni Arliyani, S.T.
Kepala DLH Kota Madiun Ida Nurbanja Kusumasari menyebut pembekalan ini penting karena Madiun termasuk kota dengan pertumbuhan sektor usaha dan permukiman yang pesat.
“Dengan pertumbuhan sektor usaha dan permukiman, tantangan pengelolaan limbah juga semakin besar,” ujarnya.
Materi fokus pada pengelolaan air limbah domestik, termasuk limbah kakus (blackwater) dan nonkakus (greywater).
Sesuai Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 11 Tahun 2025 tentang Baku Mutu Air Limbah dan Standar Teknologi Pengolahan Air Limbah.
“Kota Madiun sudah memiliki Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) sebagai langkah antisipasi. Tinggal bagaimana teknologi pengolahan bisa diterapkan baik di skala rumah tangga maupun usaha,” terang Ida.
Ida menegaskan, pengelolaan lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Semua pihak, termasuk pelaku usaha dan masyarakat, harus terlibat.
“Harapan kami, pengelolaan limbah menjadi fokus utama sehingga Madiun tetap nyaman dan sehat. Dukungan semua pihak penting untuk mewujudkan visi Madiun Maju Mendunia,” pungkasnya. (*/naz)
Editor : Mizan Ahsani